Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Gus Nabil Apresiasi Pencabutan Syarat Tes PCR, Tetapi Prokes Tetap Penting

Selasa 08 Mar 2022 23:55 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Calon penumpang pesawat menjalani tes usap antigen di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung (Ilustrasi).

Calon penumpang pesawat menjalani tes usap antigen di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung (Ilustrasi).

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Gus Nabil mengingatkan pemerintah pertimbangkan dengan cermat masa transisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  —Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen mengapresiasi kebijakan pemerintah mencabut aturan yang mewajibkan pelaku perjalanan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau tes antigen untuk perjalanan domestik.

Tapi, kata dia, masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan. "Terkait dengan pencabutan tes PCR dan Antigen untuk perjalanan dalam negeri, saya mengapresiasi langkah ini karena membantu meringankan beban warga serta menggairahkan industri transportasi dan pariwisata," ujar Gus Nabil dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (8/3/2022).

Baca Juga

"Namun, warga juga harus tetap menjaga protokol kesehatan dan tentu memakai masker dalam ruangan atau dalam kendaraan, seperti maskapai penerbangan, kereta, bus, dan lain-lain," ucap dia. 

Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) ini juga mendorong kepada pemerintah untuk mengkaji serius dan hati-hati terkait dengan proses transisi status pandemi menjadi endemi. Menurut dia, di beberapa negara lain memang sudah mulai melakukan transisi serta mencabut semua protokol kesehatan. 

Namun, lanjut dia, konteks Indonesia sangat berbeda. "Jadi, memang harus ada pertimbangan khusus, misalnya memaksimalkan penerima vaksin booster serta tetap menjaga protokol kesehatan untuk perjalanan," kata Gus Nabil.

Menurut dia, pemerintah seharusnya mendorong agar proses transisi dari pandemi menuju endemi selesai dan tuntas. Setelah itu, baru melonggarkan aturan terkait dengan protokol kesehatan.

"Jangan sampai kelonggaran yang ada justru memicu efek negatif baru. Jadi, perlu monitor secara detail dan terus menerus untuk memastikan bahwa pelonggaran ini aman," jelas Gus Nabil.   

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA