Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Banjir Kota Serang, Dua Warga Meninggal Dunia dan Dua Lainnya Hilang

Rabu 02 Mar 2022 12:39 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ilham Tirta

Sejumlah rumah terendam banjir di Kampung Pekarungan Kota Serang, Banten, Selasa (1/3/2022). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cibanten setelah terjadi hujan dengan intensitas tingi sejak Senin (28/2) sehingga air tercurah melampaui daya tampung Waduk Sindangheula yang ada di hulu Sungai dan menimbulkan banjir di sejumlah titik di Kota Serang.

Sejumlah rumah terendam banjir di Kampung Pekarungan Kota Serang, Banten, Selasa (1/3/2022). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cibanten setelah terjadi hujan dengan intensitas tingi sejak Senin (28/2) sehingga air tercurah melampaui daya tampung Waduk Sindangheula yang ada di hulu Sungai dan menimbulkan banjir di sejumlah titik di Kota Serang.

Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Sebanyak 2.413 KK terdampak banjir dengan ketinggian hingga 200 sentimeter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua orang warga dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya dinyatakan hilang dalam kejadian banjir di Kota Serang, Banten hingga Rabu (2/3/2022). Hal itu berdasarkan kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang.

"Sebanyak 2.413 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) antara 50-200 sentimeter," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari Rabu (2/3/2022).

Baca Juga

BPBD Kota Serang mencatat, wilayah yang sampai saat ini masih terendam banjir meliputi Kelurahan Lontar Baru, Serang, Kagungan, dan Kota Baru di Kecamatan Serang. Kemudian, Kelurahan Kasemen, Terumbu, dan Kasunyatan di Kecamatan Kasemen.

Selanjutnya, Kelurahan Drangong dan Umbul Tengah di Kecamatan Taktakan. Di Kecamatan Cipocok Jaya, banjir menerjang Kelurahan Cipocok Jaya, Banjar Agung, Panancangan, Banjar Sari, dan Tembong. "Kondisi banjir saat ini masih bertahan, namun tinggi muka air di Kelurahan Lontar Baru dan Kelurahan Serang sudah mulai surut," kata dia.

Sebagai upaya percepatan penanganan bencana banjir tersebut, tim BPBD Kota Serang bersama lintas instansi terkait dan relawan terus melakukan penyelamatan, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar. Sementara itu, kebutuhan dasar yang mendesak antara lain makanan siap saji, pakaian dewasa dan anak-anak yang masih layak pakai, selimut, obat-obatan/P3K, perlengkapan mandi, popok bayi, dan pembalut wanita.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA