Ahad 27 Feb 2022 07:02 WIB

Mahasiswa Afghanistan kembali ke Universitas Kabul dengan Pembatasan Baru

Mahasiswa Afghanistan kembali kuliah.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
 Mahasiswa Afghanistan terlihat di Universitas Mirwais Neeka di Kandahar, Afghanistan, 20 September 2021. Taliban secara resmi mengumumkan pada 12 September pemisahan mahasiswa pria dan wanita di semua universitas negeri dan swasta di negara itu. Institusi pendidikan diharuskan memiliki gedung terpisah untuk siswa laki-laki dan perempuan, jika tidak ada, mereka akan menghadiri kelas di gedung yang sama tetapi pada waktu yang berbeda
Foto: EPA-EFE/STRINGER
Mahasiswa Afghanistan terlihat di Universitas Mirwais Neeka di Kandahar, Afghanistan, 20 September 2021. Taliban secara resmi mengumumkan pada 12 September pemisahan mahasiswa pria dan wanita di semua universitas negeri dan swasta di negara itu. Institusi pendidikan diharuskan memiliki gedung terpisah untuk siswa laki-laki dan perempuan, jika tidak ada, mereka akan menghadiri kelas di gedung yang sama tetapi pada waktu yang berbeda

REPUBLIKA.CO.ID,KABUL — Universitas Kabul, di antara institusi pendidikan tinggi tertua dan paling dihormati di Afghanistan, dibuka kembali pada Sabtu (26/2). Universitas Kabul dibuka setelah enam bulan pasca Taliban merebut pemerintahan.

Pembukaan Universitas Kabul dibarengi dengan pembatasan baru, termasuk pemisahan gender dan pakaian wajib muslim. Termasuk menghapus beberapa mata kuliah seperti Musik.

Baca Juga

Puluhan mahasiswi yang semuanya berhijab, cadar yang dikenakan para wanita muslimah, berjejer di luar gerbang universitas. Mereka mulai memasuki gerbang kampus yang dijaga oleh tentara Taliban.

Sebagian besar siswa mengatakan mereka tidak tahu apa yang diharapkan, tetapi terkejut menemukan bahwa mereka dapat melanjutkan kursus reguler dan dapat kembali pada bidang studi pilihan mereka. Universitas sebagian besar mengikuti model seni liberal AS.

“DDepartemen musik adalah satu-satunya disiplin yang dibatalkan untuk pria dan wanita,” kata siswa yang kembali dilansir dari Alarabiya, Ahad (27/2).

“Tidak ada perubahan yang dilakukan pada silabus,” kata mahasiswa jurusan antropologi tahun ketiga, Bahija Aman (21) yang mengaku Sangat senang dapat kembali ke universitas.

Sebanyak 22.000 siswa kembali ke universitas di hari pertama. Tidak ada pengumuman resmi dari pemerintah Taliban dan permintaan media untuk memasuki tempat itu ditolak. 

Sebuah pernyataan di halaman Facebook resmi universitas minggu ini mengumumkan, bahwa siswa akan kembali ke kelas pada Sabtu dan kelas akan mematuhi nilai-nilai agama dan budaya.

Seperti kebanyakan universitas negeri, Universitas Kabul telah ditutup segera setelah pengambilalihan pemerintahan oleh Taliban. Masalah apakah perempuan dapat kembali tanpa pembatasan telah menjadi perhatian utama masyarakat internasional. 

Banyak yang khawatir Taliban akan melarang perempuan seperti yang terjadi selama pemerintahan kelompok itu sebelumnya dari 1996-2001.

Taliban mengatakan mereka tidak keberatan dengan pendidikan untuk perempuan tetapi mengharuskan kelas dipisahkan dan berdasarkan prinsip-prinsip Islam seperti yang mereka pahami. Beberapa universitas negeri dibuka kembali awal bulan ini di provinsi Lagham, Nangarhar, Kandahar, Nimroz, Farah dan Helmand.

Meskipun tidak ada larangan resmi, anak perempuan kelas tujuh ke atas secara efektif dilarang pergi ke sekolah di sebagian besar negara itu sejak pengambilalihan Taliban enam bulan lalu. Taliban mengatakan anak perempuan akan dapat kembali ke sekolah pada akhir Maret.

Akses ke pendidikan adalah tuntutan utama masyarakat internasional, dan Taliban menyalahkan penundaan karena kurangnya ruang yang memadai, terutama di kota-kota, untuk mengakomodasi sekolah terpisah.

Pembatasan baru dijabarkan oleh instruktur untuk kelompok siswa perempuan Sabtu pagi. 

Ada sedikit hal baru, Universitas Kabul memposting daftar lowongan awal bulan ini di halaman Facebooknya, termasuk posisi di departemen seni, kebijakan publik, sastra, media dan komunikasi, dan ilmu politik.

Sumber:

https://english.alarabiya.net/features/2022/02/26/Afghan-students-return-to-Kabul-University-but-with-new-restrictions-

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement