Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Hak Khusus dan Cara Muslim Memperlakukan Seorang Mualaf

Kamis 24 Feb 2022 13:38 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah

Bangunan Masjid Syuhada, Yogyakarta, Ahad (16/1/2022). Hak Khusus dan Cara Muslim Memperlakukan Seorang Mualaf

Bangunan Masjid Syuhada, Yogyakarta, Ahad (16/1/2022). Hak Khusus dan Cara Muslim Memperlakukan Seorang Mualaf

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Seorang mualaf harus disambut dengan sebaik-baiknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi seorang mualaf, yang baru saja menjadi Muslim, terkadang bertanya-tanya mengenai apakah mereka memiliki hak khusus dalam Islam yang wajib dipenuhi oleh komunitas Muslim? 

Dilansir About Islam, pada dasarnya masjid dan pusat-pusat Islam (Islamic Centers) harus memiliki orang-orang yang memenuhi syarat untuk menjawab pertanyaan seorang Muslim baru melalui telepon, email, dan jenis komunikasi lainnya. 

Baca Juga

Jika seorang Muslim baru memiliki kesulitan dalam membaca Alquran dan memahami ayat tertentu, mereka harus menemukan seseorang untuk mengajari. Segera setelah mengucapkan syahadat, seorang mualaf harus disambut dengan sebaik-baiknya. 

Pada dasarnya, Islam memiliki sistem pendukung baru para mualaf atau Muslim baru. Selain ada orang-orang dari masjid dan pusat Islam yang tersedia dalam menjawab berbagai pertanyaan dan masalah, apa yang dibutuhkan di awal adalah terjemahan Alquran dalam berbagai bahasa, berikut juga biografi Nabi Muhammad SAW. 

Pendekatan terhadap Muslim baru yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dimulai dengan memberi tahu mualaf bahwa dosa masa lalu mereka akan diampuni sepenuhnya saat memutuskan menganut Islam. Demikian juga dengan perbuatan baik yang dilakukan, seperti bersedekah. Hal itu akan dihitung sebagai pahala. 

Nabi Muhammad SAW berkata seperti yang ditulis dalam habits Al-Bukhari: ”Permudahlah urusan manusia (tentang urusan agama) dan jangan mempersulit mereka, berilah kabar gembira, dan jangan membuat mereka lari (dari Islam).”

Ibnu Taimiyah, seorang cendekiawan Muslim terkemuka, berpandangan seorang Muslim baru tidak bisa mempelajari semua ajaran Islam sekaligus. Salah satu hak sebagai Muslim baru adalah komunitas Islam perlu menyelenggarakan program khusus bagi mereka. 

Program tersebut harus berfokus pada mengajarkan Muslim baru dasar-dasar Islam, seperti bagaimana berwudhu, bagaimana menunaikan sholat lima waktu, dan ibadah wajib lainnya. Muslim baru harus diajari cara membaca Alquran dalam bahasa Arab, namun ini bukan keharusan.

Dengan mengunjungi masjid, Muslim baru akan belajar beberapa kata dari imam dan sesama Muslim. Selama bulan Ramadhan dan pada musim haji, Muslim baru dapat belajar banyak tentang bagaimana meningkatkan spiritualitas mereka melalui program semacam itu.

Sesi-sesi atau pertemuan khusus harus diadakan untuk mengajarkan Muslim baru bagaimana berurusan dengan orang tua mereka dan bagaimana menjaga hubungan dengan mereka. Selanjutnya, mualaf harus merasa disambut di masjid, yang merupakan rumah bagi umat Islam. Mereka tidak boleh diperlakukan dengan kasar atau tidak toleran. 

Para imam harus menjadi masjid sebagai rumah kedua bagi para mualaf. Umat Islam harus menunjukan bagaimana sikap ramah dan menyambut saudara baru sehingga para Muslim baru merasa betah di masjid.

Imam di masjid dan komunitas Muslim lainnya juga dapat mencari acara yang bisa mengumpulkan Muslim baru untuk bertukar pikiran dan belajar dari pengalaman orang lain. Acara semacam itu dapat memberikan pengaturan yang lebih baik untuk mendidik  tentang berbagai aspek Islam.

https://aboutislam.net/counseling/ask-about-islam/help-for-new-muslims-what-after-taking-shahadah/

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA