Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

PBNU Siap Bantu Cari Titik Temu Permasalahan Warga Wadas

Ahad 20 Feb 2022 22:25 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Warga berkumpul menunggu untuk mujahadah di Masjid Nurul Falah, Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah. PBNU mengajak untuk mencari solusi dan hindari perselisihan

Warga berkumpul menunggu untuk mujahadah di Masjid Nurul Falah, Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah. PBNU mengajak untuk mencari solusi dan hindari perselisihan

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
PBNU mengajak untuk mencari solusi dan hindari perselisihan

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOREJO— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) siap membantu warga dan pemerintah mencari titik temu permasalahan di Desa Wadas, Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

"PBNU 100 persen siap membantu warga Wadas dan pemerintah untuk mencari titik temu," kata Katib Syuriah PBNU, Aunullah A'la Habib (Gus Aun), di Purworejo, Ahad (20/2/2022).

Baca Juga

Dia mengatakan PBNU siap membantu warga dan pemerintah mencari titik temu terkait penambangan batu andesit di Desa Wadas. Masalah bisa diselesaikan jika semua pihak berkepala dingin.

Dia menyampaikan keterlibatan PBNU dinilai vital untuk menghadirkan solusi mengingat mayoritas warga Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo adalah kaum Nahdliyin. 

Warga Wadas kini terbelah pro kontra penambangan batu andesit yang akan digunakan untuk fondasi Bendungan Bener. Situasi tersebut membuat rencana pembangunan Bendungan Bener terancam molor.

Batu andesit dari Desa Wadas menjadi opsi terbaik untuk pembangunan bendungan tertinggi di Asia Tenggara tersebut. Nama Desa Wadas mencuat hingga tingkat nasional setelah pengamanan 64 warga pada 8 Februari 2022 oleh polisi.

Menurut Gus Aun semua pihak jangan terburu-buru membuat kesimpulan bahwa pemerintah menindas rakyat dan rakyat dimarginalkan. "Terpenting dari semua masalah adalah solusinya, kita harus mencari solusi terbaik," katanya.

Dia mengungkapkan Ketua Umum PBNU Gus Yahya (KH Yahya Cholil Staquf) selalu memantau permasalahan Wadas dari hari ke hari. "Teman-teman pengurus PBNU juga sudah banyak yang turun ke Wadas untuk memonitor situasi. Masalah Wadas akan menjadi keputusan organisasi," kata Gus Aun.

Dia menegaskan PBNU tidak ingin pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain membenturkan warga Wadas dan juga membenturkan warga dengan pemerintah.

"Jangan sampai masalah Wadas ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain. Kita semua harus berkepala dingin. Kita harus membantu rakyat dan mendampingi pemerintah, dua-duanya harus dilaksanakan untuk dicari titik temu," katanya pria yang juga Wasekjen GP Ansor ini.        

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA