Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Parlemen Arab Kutuk Serangan Houthi di Arab Saudi dan UEA

Ahad 20 Feb 2022 02:30 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Reiny Dwinanda

Foto satelit menunjukkan kerusakan serangan yang diklaim oleh pemberontak Houthi di depot bahan bakar Abu Dhabi National Oil Co di Mussagah, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu (22/1/2022). Anggota parlemen Arab juga mengutuk milisi Houthi atas eskalasi kekerasan yang terus berlanjut.

Foto satelit menunjukkan kerusakan serangan yang diklaim oleh pemberontak Houthi di depot bahan bakar Abu Dhabi National Oil Co di Mussagah, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu (22/1/2022). Anggota parlemen Arab juga mengutuk milisi Houthi atas eskalasi kekerasan yang terus berlanjut.

Foto: Planet Labs PBC via AP
Parlemen Arab sebut serangan Houthi ancaman langsung terhadap perdamaian-keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan parlemen Arab mengecam keras upaya milisi Houthi di Yaman untuk menyakiti rakyat, wilayah, dan kedaulatan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Dilansir Arab News, Sabtu (19/2/2022), pernyataan itu dikeluarkan saat konferensi serikat pekerja ke-32 di Kairo, Mesir.

Dalam konferensi tersebut, Sheikh Abdullah Al-Asheikh menjadi pembicara Dewan Shoura Arab Saudi dan memimpin delegasi Kerajaan. Serikat pekerja juga mengutuk serangan rudal dan pesawat tak berawak yang menargetkan Arab Saudi dan UEA dengan mengatakan bahwa mereka mewakili ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan Arab dan internasional.

Baca Juga

Pernyataan Kairo menegaskan dukungan penuh serikat pekerja untuk hak kedua negara untuk mempertahankan integritas, kedaulatan, warga negara, dan keamanan tanah mereka. Konferensi tersebut pun meminta parlemen dan dewan Arab untuk bekerja sama dalam penerapan Resolusi 2216 Dewan Keamanan yang diperkenalkan pada 2015 dan melarang pasokan senjata ke Houthi.

Konferensi juga mengingatkan keluarnya Resolusi 8725 yang dikeluarkan tahun ini oleh Dewan Liga Arab seiring dengan seruan kepada semua negara ditujukan untuk mengklasifikasikan milisi Houthi sebagai organisasi teroris. Anggota parlemen Arab juga mengutuk milisi Houthi atas eskalasi kekerasan yang terus berlanjut dan mengabaikan seruan untuk perdamaian dari Dewan Keamanan PBB dan masyarakat sipil.

"Sebab, tidak ada kemajuan yang dapat dibuat untuk mengakhiri krisis Yaman tanpa menghentikan permusuhan yang dilakukan oleh milisi Houthi dan mengakhiri pelanggaran berulang mereka terhadap Yaman," demikian bunyi pernyataan resmi Parlemen Arab.

Konferensi tersebut menekankan pentingnya membebaskan Timur Tengah dari senjata pemusnah massal dan senjata nuklir. Selama ini, poin tersebut dianggap sebagai cara yang efektif untuk membantu mengurangi intensitas konflik dan perselisihan regional dan internasional serta mencapai perdamaian dan keamanan internasional.

"Ini juga menekankan pentingnya menggunakan ilmu-ilmu maju energi nuklir secara eksklusif untuk tujuan damai," demikian isi lanjutan pernyataan tersebut.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA