Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Harlah ke-99 NU, Wapres Harapkan NU Jadi Lokomotif Perbaikan

Kamis 17 Feb 2022 23:44 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nashih Nashrullah

Wakil Presiden KH Maruf Amin, menekankan peran vital NU dalam pergerakan bangsa dan negara

Wakil Presiden KH Maruf Amin, menekankan peran vital NU dalam pergerakan bangsa dan negara

Foto: Dok. BPMI/Setwapres
Wapres menekankan peran vital NU dalam pergerakan bangsa dan negara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Wakil Presiden KH Maruf Amin berharap Nahdlatul Ulama (NU) di usia jelang 100 abadnya dapat menjadi lokomotif gerakan perbaikan di semua aspek. 

Wapres berharap NU dapat mengelola potensi yang dimilikinya menjadi kekuatan penggerak di berbagai sektor. 

Baca Juga

Wapres menegaskan, sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam terbesar di Indonesia, NU memiliki potensi yang besar. 

“Tantangannya bagaimana mengonversi potensi itu menjadi suatu kekuatan dan bagaimana menjadikan potensi yang dimiliki NU sebagai lokomotif gerakan perbaikan," kata Wapres dalam orasi ilmiahnya di Puncak Peringatan Hari Lahir ke-99 NU Kamis (17/2/2022). 

Kiai Maruf menilai, potensi NU antara lain memiliki banyak ulama, baik yang berkaliber nasional maupun internasional.  

NU juga memiliki banyak intelektual/cendekiawan, baik lulusan dalam dan luar negeri, jaringan profesional dan kelas menengah, baik dari kalangan pengusaha maupun juga dari profesi yang lain. Bahkan, NU juga memiliki jaringan internasional, dengan banyaknya PCI-PCI (Pengurus Cabang Istimewa) di berbagai negara. 

Hanya saja, kata Kiai Maruf,  tantangan yang dihadapi NU sekarang adalah bagaimana mengoptimalkan potensi yang dimiliki itu menjadi kekuatan riil yang terintegrasi, terkoordinasi, dan terkonsolidasi. Karena itu, NU harus dapat mengoptimalkan potensi besar tersebut menjadi sebuah kekuatan untuk membuat perbaikan di berbagai sektor. 

"Bukan merupakan kekuatan yang hanya terkumpul tapi tidak memberikan dampak dinamika terhadap perbaikan-perbaikan, tetapi dia justru bagaimana bisa menjadi kekuatan itu, lokomotif penggerak di berbagai sektor. Ini tantangan kita punya banyak potensi tapi dia tidak bisa menjadi penggerak apa-apa," katanya. 

Wapres menilai ini juga sejalan dengan tujuan didirikannya NU yaitu sebagai gerakan untuk memperbaiki umat atau dikenal dengan jam’iyatul ishlahiyah (organisasi perbaikan). NU juga gerakan menyangkut masalah keagamaan maupun masalah kemasyarakatan baik ekonomi, soal budaya, soal politik. 

Untuk itu, dia mengingatkan para pemimpin NU harus dapat berperan sebagai penggerak agar NU sebagai lokomotif gerakan perbaikan.  

“Hendaklah para pemimpin di dalam tubuh NU sendiri, baik di pusat, wilayah, maupun di daerah, cabang, sampai ranting, mereka berfungsi sebagai muharrik, sebagai penggerak, sebagai “dinamo” yang bisa menggerakkan untuk memberikan kemanfaatan umat dan bangsa,” katanya. 

Menurut Wapres, NU juga dapat berkontribusi tidak hanya memberikan sumbangsih pemikiran di tingkat nasional, namun juga global. 

“NU ke depan (diharapkan) memberikan kontribusi, baik untuk tingkat nasional kehidupan kita berbangsa, bermasyarakat, dan juga dalam perannya di tingkat global dalam membenahi berbagai konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia,” ujar Wapres. 

Menutup sambutannya, Wapres pun berharap agar seluruh pemimpin NU dan semua nahdliyin-nahdliyat terus istiqamah dalam mengemban tugas dan amanah yang diberikan. 

“Sekali lagi, Selamat Hari Lahir ke-99 Nahdlatul Ulama. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan inayah-Nya, meridai semua upaya yang kita lakukan,” katanya. 

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan dalam kurun waktu lebih kurang dua bulan kepengurusan PB NU yang baru terbentuk, telah banyak kerja sama yang dijalin dengan berbagai pihak.

Baca juga: Mualaf Edy, Takluknya Sang Misionaris di Hadapan Surat Al Ikhlas

Khususnya dengan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta dalam proses kerja sama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian BUMN, dan Kementerian Koperasi dan UKM. 

“Kita akan menjalankan program peremajaan sawit rakyat yang potensial melibatkan sekurang-kurangnya melibatkan 130 cabang, pembangunan kampung nelayan di 90 titik di seluruh Indonesia, dan baru saja kita tanda tangani dengan dua kementerian yang Insya Allah akan kita bangun 250 BUMNU (Badan usaha milik NU) dan akan kita didik sekurang-kurangnya 10 ribu wirasantri. Ini semua adalah hasil kita menyatakan diri bahwa kita terbuka untuk semua, demi kemaslahatan yang lebih besar dan barakah,” ujarnya.    

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA