Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Air di Bumi Berasal dari Bulan?

Rabu 16 Feb 2022 16:55 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih

 Bulan terlihat saat bayangan bumi menutupi bulan saat gerhana bulan.

Bulan terlihat saat bayangan bumi menutupi bulan saat gerhana bulan.

Foto: EPA-EFE/DARREN ENGLAND
Sumber air bumi telah menjadi perdebatan para ilmuwan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Planet bumi terdiri dari sebagian besar air untuk kehidupan semua makhluk yang tinggal di bumi. Namun, apakah Anda pernah membayangkan dari mana pasokan air berasal? Apakah memang sudah ada saat bumi terbentuk atau dikirim dari meteorit atau komet luar angkasa?

Soal sumber air bumi telah menjadi perdebatan. Ilmuwan Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL) berpikir telah menemukan jawabannya dengan melihat bebatuan dari bulan. Penelitian mereka muncul di Proceedings of the National Academy of Sciences.

Baca Juga

Karena sistem bumi bulan terbentuk bersama dari tumbukan dua benda besar di awal pembentukan tata surya, sejarah mereka sangat terkait. Bulan sebenarnya merupakan objek bagus untuk mencari petunjuk tentang sejarah air bumi.

Meskipun hampir 70 persen permukaan bumi tertutup air, secara keseluruhan bumi merupakan tempat yang relatif kering dibandingkan dengan banyak objek lain di tata surya. Menurut kebijaksanaan konvensional, kurangnya spesies yang mudah menguap seperti air di Bumi dan khususnya bulan, disebabkan oleh dampak keras sehingga menimbulkan penipisan unsur-unsur yang mudah menguap.

Namun, dengan melihat susunan isotop batuan bulan, tim peneliti menemukan benda-benda yang terlibat dalam tumbukan yang membentuk sistem bumi bulan memiliki tingkat elemen volatil yang sangat rendah. Secara khusus, tim menggunakan jumlah relatif dari isotop volatil dan radioaktif rubidium-87 (87Rb) yang dihitung dari anaknya isotop strontium-87 (87Sr) untuk menentukan kadar Rb dalam sistem bumi bulan ketika terbentuk.

Dikutip Phys, Rabu (16/2), tim menemukan bahwa karena 87Sr, proksi untuk volatilitas jangka panjang bulan sangat rendah sehingga membuat badan yang bertabrakan pasti kering sejak awal.

“Bumi lahir dengan air yang kita miliki atau kita dihantam oleh sesuatu yang pada dasarnya adalah H2O murni. Pekerjaan ini menghilangkan meteorit atau asteroid sebagai sumber air yang mungkin di Bumi dan menunjuk kuat ke arah asal usul air,” kata salah satu penulis yang merupakan Ahli Kosmokimia Greg Brennecka.

Selain sangat mempersempit potensi sumber air bumi, penelitian ini juga mengungkapkan benda-benda besar yang bertabrakan pasti berasal dari Tata Surya bagian dalam. Peristiwa tersebut tidak mungkin terjadi sebelum 4,45 miliar tahun yang lalu.

Menurut Penulis Utama Studi Lars Borg, hanya ada beberapa jenis bahan yang dapat digabungkan untuk membuat bumi dan bulan dan mereka tidak asing. “Mereka mungkin hanya benda besar yang terbentuk di sekitar area yang sama dan kebetulan bertemu satu sama lain sedikit lebih dari 100 juta tahun setelah tata surya terbentuk,” kata Borg.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA