Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

Arab Saudi Wajibkan Vaksinasi Booster untuk Perbarui Status di Tawakkalna

Rabu 02 Feb 2022 19:43 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Warga Arab Saudi disuntik vaksin Covid-19. Arab Saudi Wajibkan Vaksinasi Booster untuk Perbarui Status di Tawakkalna

Warga Arab Saudi disuntik vaksin Covid-19. Arab Saudi Wajibkan Vaksinasi Booster untuk Perbarui Status di Tawakkalna

Foto: Arab News
Status kekebalan di aplikasi diperlukan untuk bepergian dan naik transportasi umum.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kerajaan Arab Saudi mewajibkan warganya untuk mendapatkan suntikan booster vaksin Covid-19. Dengan mendapatkan dosis booster, maka status “kebal” akan tertera pada aplikasi Tawakkalna. 

“Status kekebalan di aplikasi diperlukan untuk menghadiri acara, memasuki gedung pemerintah, dan bepergian dengan pesawat atau transportasi umum,” menurut kantor berita resmi SPA yang dilansir dari Al Arabiya, Selasa (1/2/2022).  

Baca Juga

Suntikan booster ini hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sudah berusia 18 tahun dan sudah mendapatkan vaksinasi dosis 1 dan 2. Mereka yang ingin mendaftar suntikan booster, harus berjarak 3 bulan sejak suntikan dosis kedua.

Orang yang sebelumnya dibebaskan dari keharusan divaksinasi tidak akan diminta untuk menerima suntikan booster. Peraturan baru ini mulai berlaku setelah Arab Saudi mendeteksi rekor jumlah kasus baru Covid-19 harian pada 19 Januari, dengan 5.928 infeksi baru. Namun baru-baru ini, kasus infeksi harian mulai turun di bawah angka 4.000 kasus.

Pihak berwenang mengumumkan aturan "Tawakkalna" baru pada awal Desember, setelah kasus pertama varian omicron terdeteksi di Arab Saudi. Varian baru dari virus corona ini diduga berasal dari negara Afrika utara yang dirahasiakan.

Versi uji coba aplikasi ini pertama kali diluncurkan pada Mei 2020, yang awalnya dirancang untuk memfasilitasi penerbitan izin bergerak ketika jam malam masih berlaku. Sejak itu cakupannya diperluas, menambahkan fasilitas untuk mengelola berbagai layanan pemerintah saat Kerajaan mendorong untuk mendigitalkan sektor publiknya.

Pengguna dapat mengakses layanan kesehatan, pendidikan, haji dan umroh, mengemudi, asuransi, paspor, dan lainnya dalam aplikasi. Lebih dari 20 juta orang dari populasi sekitar 35 juta telah mengunduh aplikasi tersebut.

 

https://english.alarabiya.net/coronavirus/2022/02/01/Booster-shot-now-required-for-immune-Tawakkalna-status-in-Saudi-Arabia

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA