Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Enam Aktivis Hak Perempuan Hilang di Afghanistan

Rabu 02 Feb 2022 17:25 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Perempuan Afghanistan. Otoritas Taliban pada Ahad (26/12) mengeluarkan pedoman perjalanan bagi perempuan Afghanistan. Enam Aktivis Hak Perempuan Hilang di Afghanistan

Perempuan Afghanistan. Otoritas Taliban pada Ahad (26/12) mengeluarkan pedoman perjalanan bagi perempuan Afghanistan. Enam Aktivis Hak Perempuan Hilang di Afghanistan

Foto: AP Photo/Mstyslav Chernov
Mereka hilang diduga karena melakukan protes hak-hak perempuan baru-baru ini. 

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Kantor Hak Asasi Manusia PBB OHCHR mengatakan sangat khawatir atas hilangnya enam orang yang diculik di ibu kota Afghanistan, Kabul. Mereka hilang diduga karena melakukan protes hak-hak perempuan baru-baru ini. 

“Kami sangat prihatin dengan kesejahteraan dan keselamatan mereka”, kata juru bicara Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia, Ravina Shamdasani, dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (2/2/2022).

Baca Juga

Shamdasani menuturkan, para aktivis ini hilang selama dua pekan. Di antaranya Parwana Ibrahim Khil dan saudara iparnya diculik saat bepergian di Kabul pada 19 Januari lalu.

“Terlepas dari pengumuman otoritas de facto tentang penyelidikan atas hilangnya orang-orang ini, sudah 2 minggu masih belum ada informasi yang dikonfirmasi tentang keberadaan mereka,” ujar Shamdasani.

Aktivis lainnya yang juga hilang adalah Tamana Paryani dan ketiga saudara perempuannya, mereka diculik dari sebuah rumah di kota pada malam hari. Sebelumnya, pada 16 Januari, baik Khil maupun Paryani mengambil bagian dalam demonstrasi damai yang menyerukan agar hak-hak perempuan dihormati oleh Taliban.

Sejak itu, banyak laporan yang datang bahwa rumah-rumah mereka yang berpartisipasi dalam protes telah dilakukan penggeledahan. “Laporan-laporan ini juga menyoroti apa yang tampak sebagai pola penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, serta penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap aktivis masyarakat sipil, jurnalis, dan pekerja media, serta mantan personel Pemerintah dan aparat keamanan di Afghanistan,” katanya. 

Selain itu, karena kontrol atas perbedaan pendapat tampaknya semakin ketat, OHCHR terus menerima tuduhan yang kredibel tentang pelanggaran hak asasi manusia berat lainnya. “Kami meminta pihak berwenang de facto untuk secara terbuka melaporkan temuan penyelidikan mereka terhadap penculikan dan penghilangan aktivis perempuan ini dan kerabat mereka, untuk mengambil semua langkah yang mungkin untuk memastikan pembebasan mereka yang aman dan segera, dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab,” ujar Shamdasani.

Shamdasani juga mendesak pejabat Taliban untuk menjamin semua laporan seperti ini diselidiki dengan segera dan efektif, dan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas penculikan dan penangkapan sewenang-wenang dimintai pertanggungjawaban, sejalan dengan hukum hak asasi manusia internasional. 

“Semua yang dapat ditahan secara sewenang-wenang karena menggunakan haknya harus segera dibebaskan,” tegasnya. 

“Kami juga mendesak para pemimpin Taliban untuk mengirimkan pesan yang jelas kepada jajaran mereka bahwa tidak boleh ada pembalasan terhadap orang-orang yang berdemonstrasi secara damai dan menggunakan hak mereka atas kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai,” ujarnya.

 

https://saudigazette.com.sa/article/616604/World/Six-womens-rights-activists-still-missing-in-Afghanistan

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA