Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Pengungsi Suriah di Idlib Bakar Pakaian Agar Tetap Hangat

Rabu 02 Feb 2022 02:57 WIB

Red: Christiyaningsih

Pengungsi membakar pakaian agar tetap hangat saat suhu di bawah nol derajat.

Pengungsi membakar pakaian agar tetap hangat saat suhu di bawah nol derajat.

Pengungsi membakar pakaian agar tetap hangat saat suhu di bawah nol derajat

REPUBLIKA.CO.ID, IDLIB - Saat musim dingin tiba, warga Suriah yang mengungsi akibat perang tidak memiliki pilihan lain selain membakar pakaian agar menghangatkan diri mereka di kamp. Angin kencang telah menumbangkan banyak tenda di provinsi barat laut Idlib, wilayah yang menampung sebagian besar pengungsi Suriah.

Pada malam hari, anak-anak berkumpul dan menyalakan api unggun menggunakan plastik, sepatu bekas, dan potongan kayu. Bahkan beberapa orang membakar pakaian mereka agar tetap hangat di suhu di bawah nol derajat.

Baca Juga

Adnan al Ahmed, yang terpaksa meninggalkan kampung halamannya di Hama delapan tahun lalu, mengatakan lebih dari 50 keluarga kehilangan tenda mereka akibat hujan salju lebat tahun ini. Ia mengatakan anak-anak harus diselamatkan dari tenda yang roboh.

"Apalagi, jalan-jalan ditutup karena cuaca buruk dan anak-anak yang sakit tidak bisa dibawa ke rumah sakit," imbuh dia.

Suriah dilanda perang saudara sejak awal 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi. Kondisi orang-orang di Idlib memburuk ketika rezim Assad, yang didukung oleh Rusia dan Iran, melancarkan serangan ke provinsi tersebut, menyebabkan perpindahan besar-besaran. Banyak orang tengah berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka di tenda-tenda yang penuh sesak atau di tempat terbuka.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA