Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Muslim Kanada Beri Usulan untuk Akhiri Islamofobia

Senin 31 Jan 2022 01:51 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Warga menghadiri peringatan keluarga Muslim yang ditabrak di luar Masjid London Muslim, London, Kanada, Selasa (8/6). Polisi mengatakan penabrakan itu didasari kebencian.

Warga menghadiri peringatan keluarga Muslim yang ditabrak di luar Masjid London Muslim, London, Kanada, Selasa (8/6). Polisi mengatakan penabrakan itu didasari kebencian.

Foto: Nathan Denette/Pool via REUTERS
Islamofobia masih jadi tantangan Muslim Kanada.

REPUBLIKA.CO.ID, ONTARIO -- Ketua Asosiasi Muslim Newfoundland dan Labrador mengatakan keputusan pemerintah federal untuk mendedikasikan satu hari untuk memerangi Islamofobia tidak cukup jauh.

"Sejauh yang saya lihat, ini baru langkah awal. Langkah-langkah yang lebih konkrit harus diambil sebelum kita merasa nyaman," kata Presiden Asosiasi Muslim Newfoundland dan Labrador (MANAL), Syed Mansoor Pirzada, dilansir dari laman CBC, Ahad (30/1/2022).

Baca Juga

Pemerintah federal mendeklarasikan 29 Januari sebagai Hari Peringatan untuk Serangan Masjid Kota Quebec dan Aksi Melawan Islamofobia pada tahun 2021.

Tapi Pirzada mengatakan satu-satunya cara untuk memberantas Islamofobia yang dia lihat sebagai ancaman eksistensial bagi komunitas Muslim di provinsi itu adalah di tingkat federal, dalam bentuk undang-undang kejahatan rasial khusus.

"Kata-kata hanya sampai sejauh ini. Kerusakan sudah terjadi. Jadi mengapa kita tidak bisa mencegah kerusakan lebih lanjut?," kata Pirzada.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA