Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Polda Maluku Data Kerusakan Rumah Akibat Konflik di Kariuw

Sabtu 29 Jan 2022 15:07 WIB

Red: Agus raharjo

Kepala Kepolisian Daerah (Kapold) Maluku, Irjen Lotharia Latif.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapold) Maluku, Irjen Lotharia Latif.

Foto: Dok Humas Polri
Polda prioritas memulangkan masyarakat yang meninggalkan kampung akibat rusuh.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Ratusan rumah warga tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat, termasuk kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat. Ratusan lainnya juga terdata selamat dan kini diamankan aparat keamanan.

"Kami sudah membentuk pengamanan untuk menjaga aset-aset yang masih utuh dan aset-aset yang masih digunakan. Ada 100 rumah yang masih utuh, ada 200-an yang rusak, baik rusak berat maupun ringan," kata Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, di Mapolda, Sabtu (29/1/2022).

Baca Juga

Saat bertemu warga Kariuw, ia juga menegaskan bahwa tidak ada kerusakan sama sekali pada Gereja Eben Haezer, dan sudah dijaga oleh anggota pengamanan terpadu, baik TNI mau pun Polri. Kapolda meminta agar data administrasi kependudukan yang mungkin hilang, terbakar dan sebagainya, agar bisa dikolektifkan.

Dirinya mengaku Polri akan membantu sepenuhnya, termasuk surat keterangan kehilangan, atau SIM masyarakat. "Kami dari Polri akan membantu, sehingga ini bisa kembali membawa kepercayaan masyarakat, bahwa negara memperhatikan ini dan membantu kelancaran," ucapnya.

Ia mengaku pihaknya kini fokus pada skala prioritas yaitu mengembalikan masyarakat Kariuw yang saat ini meninggalkan kampungnya. Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat mengaku dari data yang masuk tercatat sebanyak 211 unit rumah rusak.

183 di antaranya rusak berat, 28 lainnya rusak ringan. Khusus untuk bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri Kariuw, juru bicara Polda Maluku ini menyebutkan terdapat 2 ruangan terbakar. "Kemudian untuk kendaraan bermotor roda dua yang rusak milik warga ada 19 unit, 3 motor dinas Polri, 1 motor dinas TNI dan mobil ada 9 unit yang rusak," sebutnya.

Untuk rumah warga yang masih utuh atau tidak mengalami kerusakan akibat konflik, ia menyebutkan tercatat sebanyak 100 unit. Bangunan lain yang masih utuh yakni Gereja Eben Haezer, Pastori, Baileo, dan Pasar. "Kalau untuk kendaraan bermotor roda dua yang masih utuh sebanyak 58 unit, mobil ada 3 unit. Dan semuanya itu sudah diamankan aparat keamanan," katanya.

 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA