Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Dua Manfaat Jalan Kaki Bagi Kesehatan Otak

Jumat 28 Jan 2022 01:35 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Jalan kaki tak hanya bermanfaat bagi tubuh tetapi juga otak.

Jalan kaki tak hanya bermanfaat bagi tubuh tetapi juga otak.

Foto: www.piqsels.com
Jalan kaki tak hanya bermanfaat bagi tubuh tetapi juga otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berjalan kaki tak hanya membawa manfaat bagi kebugaran tubuh, tetapi juga kesehatan otak. Studi terbaru menemukan bahwa jalan kaki bisa membangun kembali kapasitas otak untuk berkonsentrasi dan mengingat.

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti University of Rochester menemukan bahwa otak yang sehat mampu melakukan beragam tugas dalam satu waktu atau multitasking saat tubuh sedang berjalan, tanpa ada penurunan kualitas pada proses multitasking otak maupun berjalan kaki. Di sisi lain, kebiasaan berjalan kaki dapat membantu mengasah otak untuk melakukan multitasking dengan baik.

Baca Juga

Dalam studi ini, para partisipan diminta untuk berjalan di treadmill sambil melakukan suatu tugas. Di saat yang sama, para partisipan akan diberikan isyarat untuk berganti dari satu tugas ke tugas yang lain.

Selama para partisipan berjalan di treadmill, sebuah mobile brain body imaging system (MoBI) merrkam aktivitas otak mereka. MoBI ini bekerja untuk mengukur perubahan pada otak setiap kali isyarat untuk mengganti tugas saat berjalan di treadmill diberikan.

Dari proses ini, ditemukan adanya perbedaan neuropsikologis yang besar ketika partisipan diminta melakukan tugas yang lebih sulit dalam kondisi duduk dan saat berjalan di treadmill. Jalan kaki tampak membantu otak untuk bersiap dan melakulan tugas yang lebih sulit dengan lebih baik dibandingkan duduk.

Ketua tim peneliti Dr Edward Freeman mengatakan temuan ini menunjukkan bagaimana otak yang sehat mampu mengimbangi perubahan tugas yang diberikan ketika tubuh aktif bergerak. Temuan ini juga menjadi awal untuk memahami peran gerakan tubuh terhadap kesehatan otak.

"Memahami bagaimana otak yang muda, yang sehat, bisa melakukan beragam tugas dalam satu waktu dengan baik merupakan awal yang penting," ungkap Dr Freeman, seperti dilansir Stylist, Jumat (28/1/2022).

Studi dalam jurnal NeuroImage pada pada 2021 juga pernah menyoroti peran jalan kaki untuk kesehatan otak. Studi ini mendapati bahwa berjalan kaki bisa memperbaiki fungsi kognitif dan daya ingat seiring dengan pertambahan usia.

Studi ini melibatkan 250 partisipan dewasa tua yang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama diminta berlatih peregangan dan keseimbangan, kelompok kedua diminta berjalan cepat, dan kelompok ketiga diminta untuk berpartisipasi dalam kelas menari. Semua aktivitas ini dilakukan tiga kali per pekan.

Sebelum aktivitas tersebut dimulai, para partisipan menjalani proses pengukuran daya ingat, kebugaran, white matter otak, dan kesehatan kognitif. Pengukuran yang sama dilakukan setelah enam bulan.

Hasil studi menemukan bahwa kelompok yang berjalan cepat merajg perbaikan kemampuan mengingat dan white matter yang paling baik. Mereka juga memiliki peningkatan yang menonjol pada ukuran serat saraf dan penyembuhan lesi, di mana kedua hal ini merupakan indikator kesehatan otak yang baik.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA