Kamis 27 Jan 2022 19:53 WIB

BCA Raup Laba Rp 31,4 Triliun Sepanjang 2021, Kredit Tumbuh 8,2 Persen

Pertumbuhan kredit BCA lebih tinggi dari target yaitu menjadi Rp 637 triliun

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Nasabah melakukan transaksi di Gerai BCA Gandaria City Mall, Jakarta. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak membukukan kinerja positif sepanjang 2021. Secara keseluruhan, perseroan meraih laba bersih sebesar Rp 31,4 triliun di tahun lalu, atau tumbuh 15,8 persen secara tahunan (YoY).
Foto: Prayogi/Republika
Nasabah melakukan transaksi di Gerai BCA Gandaria City Mall, Jakarta. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak membukukan kinerja positif sepanjang 2021. Secara keseluruhan, perseroan meraih laba bersih sebesar Rp 31,4 triliun di tahun lalu, atau tumbuh 15,8 persen secara tahunan (YoY).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak membukukan kinerja positif sepanjang 2021. Secara keseluruhan, perseroan meraih laba bersih sebesar Rp 31,4 triliun di tahun lalu, atau tumbuh 15,8 persen secara tahunan (YoY).

Sementara itu total kredit BCA naik 8,2 persen YoY menjadi Rp 637,0 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi dari target pertumbuhan 6 persen. Pertumbuhan kredit ini sejalan dengan pemulihan perekonomian nasional. 

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, mengatakan pertumbuhan kredit terjadi hampir di semua segmen, terutama ditopang oleh segmen korporasi dan KPR. 

"Penyaluran kredit baru di segmen korporasi tumbuh dua kali lipat dibandingkan level pra-pandemi, sementara untuk segmen UKM dan KPR juga mampu melebihi capaian di tahun 2019," kata Jahja, Kamis (27/1). 

Sejalan dengan pencapaian itu, kredit korporasi naik 12,3 persen YoY mencapai Rp 286,5 triliun di Desember 2021, menjadi penopang utama pertumbuhan total kredit BCA. KPR, yang menjadi kontributor tertinggi kedua, tumbuh 8,2 persen YoY menjadi Rp 97,5 triliun. 

Kredit komersial dan UKM juga naik 4,8 persen YoY menjadi Rp 195,8 triliun. Sementara itu, KKB terkoreksi 2,4 persen YoY menjadi Rp36,0 triliun, dan saldo outstanding kartu kredit tumbuh 5,2 persen YoY menjadi Rp11,8 triliun. Total portofolio kredit konsumer naik 5,1 persen YoY menjadi Rp 148,4 triliun.

Pertumbuhan kredit BCA diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman, sejalan dengan kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali ke pembayaran normal. Rasio loan at risk (LAR) turun ke 14,6 persen di 2021, dibandingkan dengan 18,8 persen di tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga sebesar 2,2 persen didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi.

Di sisi pendanaan, CASA tumbuh 19,1 persen YoY mencapai Rp767,0 triliun, berkontribusi hingga 78,6 persen dari total dana pihak ketiga. Deposito juga tumbuh 6,1 persen YoY menjadi Rp 208,9 triliun. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga naik 16,1 persen YoY menjadi Rp 975,9 triliun, sehingga turut mendorong total aset BCA naik 14,2 persen YoY mencapai Rp 1.228,3 triliun.

Solidnya pendanaan CASA ditopang oleh kepercayaan nasabah, serta kemudahan dan keandalan bertransaksi. Dalam mengembangkan platform perbankan transaksi, BCA memperkuat ekspansi ekosistem digital melalui kolaborasi dengan mitra strategis serta melakukan berbagai inovasi layanan digital. 

Pada 2021, total volume transaksi naik 42 persen YoY, terutama didukung oleh transaksi pada mobile banking yang tumbuh sebesar 60 persen YoY. Hal ini selaras dengan kenaikan jumlah rekening nasabah BCA sebesar 16 persen YoY mencapai 29 juta di akhir tahun 2021, yang sebagian besar berasal dari layanan pembukaan rekening secara online. 

"Inovasi digital dan pengembangan ekosistem bisnis mendorong frekuensi transaksi online mencetak rekor tertinggi," tutur Jahja. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement