Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Lebih Parah Mana, Infeksi Omicron Vs Delta? Mengapa Bisa Begitu?

Rabu 26 Jan 2022 23:31 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Reiny Dwinanda

Gambar pertama varian omicron dirilis oleh pakar dari ANSA, Italia. Peneliti membandingkan mutasi yang terjadi pada spike protein omicron dibandingkan dengan varian delta. Studi terbaru CDC ungkap perbandingan keparahan infeksi omicron vs delta.

Gambar pertama varian omicron dirilis oleh pakar dari ANSA, Italia. Peneliti membandingkan mutasi yang terjadi pada spike protein omicron dibandingkan dengan varian delta. Studi terbaru CDC ungkap perbandingan keparahan infeksi omicron vs delta.

Foto: ANSA
CDC AS mengungkap hasil studi yang membandingkan keparahan infeksi omicron vs delta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Studi terbaru Amerika Serikat menemukan varian SARS-CoV-2 varian omicron menimbulkan keluhan yang lebih ringan dibandingkan delta. Infeksi varian baru dari virus penyebab Covid-19 itu menyebabkan masa rawat inap yang lebih pendek, lebih sedikit kebutuhan untuk perawatan intensif, dan sedikit angka kematian.

Persoalannya, varian omicron yang sudah menyebar cepat mengakibatkan rekor jumlah infeksi dan rawat inap hingga membebani sistem perawatan kesehatan AS. Namun, presentase pasien rawat inap yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) selama gelombang omicron saat ini berkurang.

Baca Juga

Berdasarkan studi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Morbidity and Mortality Weekly, jumlah pasien 26 persen lebih rendah dibandingkan selama gelombang delta. Hasil studi tersebut diterbitkan pada Selasa (25/1/2022).

photo
Beda gejala infeksi varian omicron dan delta. - (Republika)

Tingkat keparahan penyakit Covid-19 yang lebih rendah ini kemungkinan terkait beberapa hal. Cakupan vaksinasi yang lebih tinggi, penggunaan booster, dan infeksi sebelumnya yang memberikan perlindungan kekebalan disebut turut memengaruhi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA