Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Erick Thohir Minta PTPN VIII Perhatikan Riset Perkebunan

Rabu 26 Jan 2022 05:15 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri BUMN Erick Thohir saat memantau Grebek Pasar Murah Minyak Goreng Nusakita milik PTPN Group yang berada di Alun-alun Cianjur, akhir pekan lalu.

Menteri BUMN Erick Thohir saat memantau Grebek Pasar Murah Minyak Goreng Nusakita milik PTPN Group yang berada di Alun-alun Cianjur, akhir pekan lalu.

Foto: Istimewa
Perkebunan saat ini tidak hanya mengandalkan alam, tapi juga teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan ke PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), akhir pekan lalu. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah area Grebek Pasar Murah Minyak Goreng Nusakita milik PTPN Group yang berada di Alun-alun Cianjur, Jawa Barat.

Sebanyak 9000 (sembilan ribu) liter minyak goreng Nusakita dijual dengan harga di bawah harga pasar. Erick menyempatkan diri untuk menyapa para pembeli yang sedang mengantre. Grebek Pasar Minyak Goreng Nusakita di Kabupaten Cianjur merupakan urutan ketiga dari Rangkaian Pasar Murah Minyak Goreng PTPN Group.

Baca Juga

Erick berharap hadirnya pasar murah ini dapat membantu masyarakat. "BUMN Bantu operasi Pasar sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi. Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat semua, nuhun ya," ujar Erick dalam siaran pers PTPN VIII, Selasa (25/1/2022).

Lokasi kedua yang dikunjungi Erick, adalah Perkebunan Teh Gedeh Mas yang berlokasi di Kebun Gedeh Mas Kabupaten Cianjur. Kebun ini merupakan Perkebunan Teh dengan ketinggian sedang dan berudara sejuk dan asri.

Erick pun turun langsung ke Kebun Teh dan berdialog dengan para pemetik teh Kebun Gedeh Mas untuk mengetahui teknis pemetikan teh yang baik dan berkualitas. Sekaligus, memperkenalkan Mesin Petik Jangkrik hasil inovasi karyawan PTPN VIII. 

Dengan Mesin Petik Teh Jangkrik, Erick berharap, semangat kerja dari para pemetik teh dapat meningkat. Serta, memberikan kebaikan bagi perusahaan. Sehingga, produk teh PTPN VIII mampu mendunia dan menjadi produk teh kebanggaan bangsa Indonesia. 

Selain itu, Erick menyaksikan penyerahan produk The Ekspor dari Direktur PTPN VIII kepada Pembeli yang berasal dari Kanada. Sejak awal, ia memang mendorong transformasi yang ada di PTPN.

"Transformasi total PTPN tidak hanya di PTPN VIII, kenapa? Yang namanya perkebunan itu sekarang sudah berubah, tidak hanya mengandalkan alam yaitu tanah, matahari dan lain-lainnya, tetapi harus bisa diitervensi dengan teknologi dan riset," ungkapnya.

Erick berharap dengan adanya riset tumbuhan yang tadinya tidak bisa tumbuh disebuah negara tetapi dengan riset dan teknologi menjadi bisa tumbuh. Keseimbangan menjaga alam dan keseimbangan menjaga ekonomi adalah hal yang sekarang  tidak bisa dipisahkan.

"PTPN yang berbisnis sawit, karet dan teh dan lainnya tolong dirawat. Pariwisata alam bisa dikembangkan dengan baik," kata dia.

Erick pun menghimbau agar CSR BUMN harus difokuskan kepada tiga hal. Yakni, Pendidikan, Lingkungan dan Melakukan Pendampingan Kepada UMKM.

Erick, lalu meninjau pelaksanaan Pasar Murah Kedua yang berlokasi di Kebun Gedeh Mas. Pelaksanaan pasar murah ini menjual sebanyak 1000 liter minyak goreng Nusakita. Sehingga total sebesar 10.000 liter.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA