Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

PTM 100 Persen Jalan Terus, Guru Besar UI Ingatkan Potensi Long Covid Anak

Selasa 25 Jan 2022 11:28 WIB

Rep: Dian Fath Risalah, Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Dua murid Sekolah Dasar (SD) didampingi ibunya menunggu antrean untuk mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di SD Inpres Kelapa Tiga I di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (24/1/2022).Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Utama mengingatkan potensi long Covid pada anak. (ilustrasi)

Dua murid Sekolah Dasar (SD) didampingi ibunya menunggu antrean untuk mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di SD Inpres Kelapa Tiga I di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (24/1/2022).Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Utama mengingatkan potensi long Covid pada anak. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Arnas Padda
"Anak dapat saja mengalami komplikasi berat termasuk long Covid," kata Tjandra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Tjandra Yoga Aditama memandang pentingnya evaluasi terkait proses pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen yang saat ini berjalan. Ia mengingatkan, potensi long Covid pada anak bila tertular Covid-19.

"Anak dapat saja mengalami komplikasi berat, yaitu multisystem inflammatory in children associated with Covid-19 (MIS-C) dan bukan tidak mungkin juga ada komplikasi long Covid," kata Tjandra dalam keterangan, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga

Bahkan, pendapat para pakar beberapa negara, antara lain, dari South Dakota Amerika Serikat, juga mulai membicarakan kemungkinan long Covid pada anak ini. Walaupun memang tentu perlu penelitian lebih lanjut.

"Namun, kita tentu tidak ada yang ingin ada dampak seperti ini terjadi pada anak-anak kita," kata Tjandra.

Oleh karena itu, pada pekan lalu lima organisasi profesi dokter spesialis (anak, paru, penyakit dalam, jantung, dan anastesi) membuat surat kepada empat menteri sehubungan evaluasi proses PTM. Dalam surat itu disebutkan bahwa anak dan keluarga baiknya tetap diperbolehkan memilih PTM atau pembelajaran jarak jauh.

Dalam surat itu juga dituliskan untuk anak dengan komorbid memeriksakan diri dulu, kelengkapan imunisasi untuk dapat ikut PTM serta mekanisme kontrol dan buka tutup sekolah. Karena, Tjandra melanjutkan, dengan kondisi kasus harian Covid-19 yang terus meningkat, perlu pula menilai perkembangan angka reproduksi.

"Yang semuanya menunjukkan potensi penularan di masyarakat, apalagi angka transmisi lokal varian omicron juga terus meningkat," ujarnya.

Lebih lanjut, Tjandra menuturkan, berdasarkan studi di Afrika Selatan, dengan data dari 56.164 Covid yang masuk RS, menemukan bahwa angka masuk RS pada anak di bawah empat tahun ternyata 49 persen lebih tinggi pada omicron dibandingkan delta. Data lain dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat yang dilaporkan oleh CNN pada 12 Januari 2022 menyebutkan bahwa angka anak masuk RS meningkat di AS, dengan rata-rata 4,3 balita per 100 ribu, angka masuk RS pada minggu sampai awal Januari, meningkat dari angka 2,6 per 100 ribu pada minggu sebelumnya.

"Kalau dibandingkan dengan angka awal Desember maka ada peningkatan 48 persen, peningkatan tertinggi pada kelompok umur ini selama pandemi Covid-19," ungkapnya.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA