Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Waktu Sholat Dhuha dalam Hadits Nabi Muhammad

Selasa 25 Jan 2022 06:21 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

Waktu Sholat Dhuha dalam Hadits Nabi Muhammad. Foto: Nabi Muhammad (ilustrasi)

Waktu Sholat Dhuha dalam Hadits Nabi Muhammad. Foto: Nabi Muhammad (ilustrasi)

Foto: Republika
Nabi Muhammad mengeluarkan sabdanya tentang Sholat Dhuha.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ibadah sholat dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang bisa dikerjakan setiap hari. Pendakwah yang juga kepala Lembaga Peradaban Luhur (LPL) Ustaz Rakhmad Zailani Kiki menjelaskan, Syekh Hasan bin Ammar yang merupakan salah satu ulama mazhab Hanafi menjelaskan dhuha itu sendiri adalah nama waktu yang diawali dengan naiknya matahari hingga sebelum matahari tergelincir.

Waktu pelaksanaannya adalah dimulai ketika matahari meninggi setinggi tombak. Sementara batas akhirnya adalah sampai bayangan benda yang tersinari matahari berada tepat di atas benda itu sendiri. Ini sebagaimana keterangan hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Baca Juga

Nabi Muhammad SAW saat itu datang ke Madinah, ketika itu aku pun datang ke Madinah. Maka aku pun menemui beliau, lalu aku berkata: "Wahai Rasulullah, ajarkan aku tentang sholat. Beliau bersabda: kerjakanlah sholat shubuh. Kemudian janganlah sholat ketika matahari sedang terbit sampai ia meninggi. Karena ia sedang terbit di antara dua tanduk setan. Dan ketika itulah orang-orang kafir sujud kepada matahari. Setelah ia meninggi, baru sholatlah. Karena sholat ketika itu dihadiri dan disaksikan (malaikat), sampai bayangan tombak mengecil,” (HR. Muslim no. 832).

"Untuk waktu sholat dhuha yang terbaik menurut hadist riwayat Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda waktu sholat dhuha terbaik, yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari, yaitu sekitar 10 atau 15 menit sebelum sholat zhuhur," kata ustaz Kiki kepada Republika.co.id beberapa waktu lalu.

Sholat dhuha paling sedikit dikerjakan dua rakaat. Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan maksimal delapan rakaat.

Berkaitan dengan jumlah rakaat ini dijelaskan dalam beberapa hadits. Meskipun sholat dhuha boleh dilakukan empat rakaat dengan sekali salam, namun ulama berpendapat yang paling utama adalah mengerjakannya dipisah setiap dua rakaat lalu salam. 

Pelaksanaan sholat dhuha sama sebagaimana sholat sunnah lainnya. Hanya saja niat diawal yakni melaksanakan sholat dhuha.

Sejumlah riwayat menjelaskan dalam sholat dhuha sunnahnya membaca surat as-Syams dan surat ad-Dhuha. Setelah melaksanakan sholat dhuha, maka sebaiknya bermunajat dengan melafalkan bacaan doa sholat dhuha.

Ada banyak redaksi tentang doa sholat dhuha, tetapi pada intinya doa sholat dhuha berisi permohonan kepada Allah agar menurunkan dan mempermudah datangnya rezeki, mendekatkan rezeki, dan membersihkan dari rezeki yang haram.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA