Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Gudang Beku Berkapasitas 300 Ton Dibangun di Indramayu

Senin 24 Jan 2022 13:14 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nur Aini

Deretan kapal bersandar di dermaga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Senin (17/1/2022). Hal itu menyusul cuaca buruk di lautan yang sudah berlangsung sejak seminggu terakhir.

Deretan kapal bersandar di dermaga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Senin (17/1/2022). Hal itu menyusul cuaca buruk di lautan yang sudah berlangsung sejak seminggu terakhir.

Foto: Republika/Lilis Sri Handayani
Gudang beku atau cold storage di Indramayu dibangun untuk kestabilan harga ikan

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Gudang beku (cold storage) berkapasitas 300 ton mulai dibangun di Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Senin (24/1/2022). Keberadaan cold storage itu dibutuhkan untuk menjaga kestabilan kualitas dan harga ikan.

Peletakan batu pertama cold storage itu dilakukan oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Artati Widiarti bersama Bupati Indramayu, Nina Agustina.

Baca Juga

 

‘’Pembangunan gudang beku ini akan memakan waktu 135 hari terhitung mulai hari ini. Mudah-mudahan dapat dipercepat,’’ ujar Artati.

Artati mengungkapkan, untuk mendukung peningkatan produksi di sektor hulu, maka dukungan hilirisasi sangat penting. Salah satunya dengan penyimpanan ikan hasil tangkapan di cold storage, sehingga ikan tidak terbuang saat terjadi kenaikan produksi dan nilainya pun dapat dipertahankan.

Selain membantu mempertahankan kestabilan kualitas ikan, lanjut Artati, keberadaan cold storage juga penting untuk membantu kestabilan harga. Dengan demikian, bisnis perikanan menjadi lebih menguntungkan.

Artati menambahkan, dalam periode 2021-2024, KKP mempunyai tiga program. Pertama, penangkapan terukur yang akan menjadi manajemen perikanan yang lebih baik. Hal itu terkait keberlangsungan sumber daya ikan sehingga dapat menguntungkan hingga jangka panjang. Kedua, pengembangan budidaya berorientasi ekspor untuk empat budidaya yaitu udang, lobster, kepiting dan rumput laut.

 

Ketiga, pengembangan budidaya berbasis kearifan lokal. Program itu bertujuan mengatasi kemiskinan sekaligus menyelamatkan sumber daya ikan.

Sementara itu, Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengungkapkan, Kabupaten Indramayu memiliki potensi pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan sangat besar. Begitu pula dengan keragaman usaha ekonomi sektor kelautan dan perikanannya.

‘’Keberadaan gudang beku atau cold storage sangat penting bagi Kabupaten Indramayu,’’ kata Nina

Nina menyebutkan, kontribusi Kabupaten Indramayu bagi produksi perikanan tangkap di Provinsi Jabar cukup besar, yaitu 61 persen. Menurutnya, TPI Karangsong merupakan penyumbang 80 persen produksi perikanan tangkap di Kabupaten Indramayu.

 

‘’Dengan adanya pembangunan cold storage berkapasitas 300 ton, maka ini menjadi cold storage dengan kapasitas terbesar di Kabupaten Indramayu,’’ kata Nina.

 

Meski demikian, Nina berharap agar kedepan, pemerintah pusat membantu lagi pembangunan cold storage selanjutnya hingga kapasitasnya menjadi 1.000 ton. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan cold storage yang sangat tinggi di Kabupaten Indramayu.

Selain cold storage yang kini mulai dibangun, pemerintah pusat juga sebelumnya telah membangun cold storage di Karangsong berkapasitas 160 ton. Selain itu, adapula cold storage yang dibangun Pemprov Jabar di Karangsong yang berkapasitas 100 ton. Meski demikian, jumlah tersebut belum mencukupi mengingat besarnya produksi perikanan di Karangsong. 

Baca: Kasus Covid-19 Omicron Tembus 1.626, Lebih dari 1.000 dari Pelaku Perjalanan Internasional

Baca: Tangerang Tutup Semua Taman dan RTH untuk Tekan Kasus Covid-19

Baca: Muslim Uighur di Turki Serukan Boikot Olimpiade Beijing

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA