Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Pantau Stok Minyak Goreng, Wali Kota Surabaya: Saya Bingung Ada yang Kehabisan

Ahad 23 Jan 2022 16:18 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nur Aini

Warga membeli minyak goreng saat digelarnya pasar minyak goreng murah di Kantor Kelurahan Jemur Wonosari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/1/2022). Minyak goreng murah yang dijual dengan harga Rp14.000 per liter itu bisa dibeli warga setempat dengan menunjukkan KTP serta kupon khusus sehingga mampu meringankan beban ekonomi masyarakat

Warga membeli minyak goreng saat digelarnya pasar minyak goreng murah di Kantor Kelurahan Jemur Wonosari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/1/2022). Minyak goreng murah yang dijual dengan harga Rp14.000 per liter itu bisa dibeli warga setempat dengan menunjukkan KTP serta kupon khusus sehingga mampu meringankan beban ekonomi masyarakat

Foto: Antara/Didik Suhartono
Surabaya menggelar operasi pasar dan sidak ke toko ritel modern penjual minyak goreng

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengaku terus melakukan pemantauan stok minyak goreng satu harga di seluruh toko ritel modern di Kota Pahlawan. Eri mengaku, berdasarkan hasil pemantauan stok minyak goreng terpantau aman dengan harga tetap Rp14 ribu per liter.

"Hasil pemantauan harganya tetap Rp14 ribu dan stoknya masih aman. Makanya saya bingung di titik tertentu ada yang menyampaikan sampai kehabisan, sampai langka," kata Eri di Surabaya, Ahad (23/1/2022).

Baca Juga

Eri mengimbau masyarakat agar tak perlu panik dan cemas terhadap stok minyak goreng. Apalagi, Pemkot Surabaya juga menggelar operasi pasar kebutuhan bahan pokok termasuk komoditas minyak goreng. Operasi pasar digelar sejak 21 hingga 28 Januari 2022.

"Jadi Insya Allah warga Surabaya jangan panik, karena masih banyak stok (minyak goreng). Kemudian yang kedua kami juga melakukan terus yang namanya operasi pasar," ujarnya.

Eri pun berpesan kepada masyarakat agar dapat menginformasikan jika masih menemukan adanya kelangkaan minyak goreng di wilayahnya. Informasi itu bisa disampaikan langsung ke lurah atau camat agar ditindaklanjuti dengan menggelar operasi pasar.

"Kalau ada satu daerah yang membutuhkan (minyak goreng) atau sempat habis begitu, tolong sampaikan kepada Pak Camat, sehingga kami bisa melakukan operasi pasar di lokasi," kata Eri.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos memastikan operasi pasar telah digelar di sejumlah permukiman warga. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi kelangkaan maupun adanya penimbun minyak goreng.

"Pak Wali minta agar volumenya ditambah, baik dari sisi jumlah maupun luas wilayahnya," kata Yos.

Tak hanya menggelar operasi pasar, Yos jiga mengaku telah melakukan sidak ke toko-toko ritel modern. Sidak dilakukan untuk memastikan mereka menjual harga minyak goreng sesuai dengan HET di pasaran.

"Kami minta turun juga ke lapangan, sidak. Di titik-titik mana harga minyak goreng yang masih tinggi. Bagian perekonomian dan Dinkopumdag kita bagi tim melakukan sidak berkeliling," ujarnya.

Baca: Pemprov Jabar dan Jatim Kerja Sama Soal Pangan Hingga Baterai Mobil Listrik

Baca: Cakupan vaksinasi Covid-19 di Kota Kendari Capai 91,47 Persen

Apabila ditemukan toko ritel modern yang masih menjual minyak goreng dengan harga di atas HET, pihaknya tak segan untuk memberikan sanksi kepada pengelola atau pemilik. Sanksi tersebut dapat berupa pemanggilan, teguran Surat Peringatan (SP), hingga penutupan izin usaha.

Baca: Pasien Omicron Meninggal, Dinkes DKI: Jangan Anggap Enteng

"Kalau masih ada yang melebihi harga pasar, panggil manager atau supervisor-nya, apa alasannya masih jual harga segini. Paling tidak teman-teman di lapangan bisa mengingatkan, karena ini dasarnya (harga) ada aturannya," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA