Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Ingin SDM Jadi Sumber Peningkatan Ekonomi, Erick Genjot CSR BUMN

Ahad 23 Jan 2022 14:24 WIB

Rep: Rizkyan adiyudha/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri BUMN Erick Thohir. Erick menuturkan telah mengubah strategi penyaluran corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan BUMN. Dia mengatakan, sejak tahun lalu penyaluran CSR diprioritaskan kepada SDM seperti bea siswa, pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan sebagainya.

Menteri BUMN Erick Thohir. Erick menuturkan telah mengubah strategi penyaluran corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan BUMN. Dia mengatakan, sejak tahun lalu penyaluran CSR diprioritaskan kepada SDM seperti bea siswa, pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan sebagainya.

Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Erick menyebut CSR BUMN diarahkan kepada SDM beasiswa dan pendampingan UMKM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan bahaa sumber daya alam bukan satu-satunya andalan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bangsa. Dia mengatakan, sumber daya manusia juga harus menjadi andalan.

"SDM menjadi komponen terpenting dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bangsa Indonesia," kata Erick Thohir dalam keterangan yang diterima, Ahad (23/1).

Dia mengatakan, apalagi pada 2034 mayoritas warga Indonesia berusia muda atau di bawah 40 tahun. Dia melanjutkan, sebabnya peningkatan kualitas dan kompetensi SDM harus terus dilakukan untuk membangkitkan bangsa.

Erick menuturkan telah mengubah strategi penyaluran corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan BUMN. Dia mengatakan, sejak tahun lalu penyaluran CSR diprioritaskan kepada SDM seperti bea siswa, pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan sebagainya.

Lebih lanjut, dia juga memprioritaskan penyaluran CSR untuk program beasiswa anak Indonesia untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas, memiliki kemampuan dan berkompeten. Dia mengatakan, hal ini mengingat beberapa tahun ke depan mayoritas rakyat Indonesia berusia muda atau di bawah 40 tahun.

Erick menilai sejak dini mempersiapkan SDM untuk bisa mengubah strategi bangsa agar mampu berkompetisi dengan negara lain bahkan harus menjadi yang terdepan. Menurutnya jika tidak diubah strateginya dari sekarang maka dikhawatirkan Indonesia akan semakin ketergantungan dengan SDA yang lama kelamaan akan habis jika terus digunakan untuk kebutuhan manusia.

"Jika kita tidak mendorong kebangkitan manusia Indonesia maka akan menjadi kendala ke depan, sebab yang paling dicari saat ini adalah SDM yang memiliki kemampuan dan berjiwa kompeten," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA