Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Catatan Menag untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Kamis 20 Jan 2022 14:18 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mengingatkan PTKIN harus mampu beradaptasi dengan zaman

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mengingatkan PTKIN harus mampu beradaptasi dengan zaman

Foto: istimewa
Menag mengingatkan PTKIN harus mampu beradaptasi dengan zaman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Ujian Masuk (SPAN-UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tahun 202 di Jakarta, Selasa (19/1) malam. 

Pada kesempatan itu, Menag menyampaikan catatannya untuk PTKIN dan para pemimpinnya. Menag menyampaikan, berbagai perguruan tinggi di dunia, semuanya sedang berkompetisi untuk menjadi universitas kelas dunia. 

Baca Juga

Salah satu indikatornya adalah pemanfaatan teknologi yang niscaya, artinya tidak bisa dihindari. "Transformasi dan investasi digital di institusi PTKIN harus menjadi program prioritas semua pimpinan PTKIN saat ini," kata Menag dalam keterangannya kepada Republika.co.id, Kamis (20/1/2022).  

Menag menegaskan, PTKIN harus mampu beradaptasi dan meningkatkan mutu layanan berbasis kecakapan masa depan. Yaitu fleksibilitas kognitif literasi digital, berpikir komputasi kreatif, dan pola pikir inovatif, kecerdasan emosional serta sosial. 

Menag juga menyampaikan bahwa ada tiga isu penting dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi. Pertama, transformasi kelembagaan, yaitu perubahan lembaga dan tata kelola keuangan. 

"Kedua, transportasi digital, yaitu perubahan sistem pelayanan manual ke digital dari semua aspek layanan. Ketiga, transformasional from local to national and international," jelasnya.

Menag mengatakan, meminta dan berharap kepada semua pimpinan PTKIN untuk selalu membawa institusinya menjadi tempat nyaman untuk transfer of knowledge dan pencipta masa depan dari generasi ke generasi. 

Menag menambahkan, menjadikan PTKIN tempat melahirkan para pemikir, pendidik, pakar dan pemimpin masa depan. Serta melahirkan individu yang memiliki sifat Islam rahmatan lil alamain.

"Tantangan ini tentu sangat berat dan harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang terus berkembang dari masa ke masa, dari waktu ke waktu, dan untuk itu harus dituntut untuk selalu mengupdate diri, tidak cepat puas dengan capaian-capaian yang sudah kita dapat," ujarnya. 

Menag mengatakan, ada catatan penting yang ditemukan, di lapangan masih melihat fakta bahwa ilmu-ilmu yang dulunya menjadi kompetensi inti PTKI menjadi program studi (prodi) dengan peminat paling rendah. 

Seperti studi Islam, perbandingan agama, bimbingan penyuluh Islam, dan tasawuf masih merupakan prodi dengan peminat paling rendah. 

"Saya tidak tahu sebabnya tapi tentu ini merupakan keprihatinan kita semua dan perlu mendapat perhatian serius, karena PTKIN dulu dibangun karena ilmu-ilmu ini," ujarnya. 

Menag menegaskan, mau tidak mau harus jujur, ilmu-ilmu tersebut sekarang termarginalkan. Padahal di saat yang sama, bangsa ini membutuhkan ilmuan yang ahli dalam bidang perbandingan mazhab, astronomi Islam, dan bimbingan penyuluh Islam yang sangat dibutuhkan. 

Ketua Panitia SPAN UM PTKIN, Imam Taufiq, menambahkan, SPAN-UM PTKIN diluncurkan pada Selasa (18/1) malam. Pada 7-28 Februari 2022 adalah waktu pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). 

Sementra itu 4-31 Maret 2022 waktu pendaftaran SPAN PTKIN. SEdangkan 4-7 April 2022 waktu seleksi tahap satu SPAN PTKIN. Selanjutnya 9-11 April 2022 waktu seleksi tahap dua SPAN PTKIN. 

Pada 15 April 2022 pengumuman SPAN PTKIN. Sementara, 25 April-4 Juni 2022 waktu pendaftaran dan pembayaran UM PTKIN. Sedangkan 25 April- 4 Juni 2022 waktu finalisasi pendaftaran UM PTKIN.

Kemudian 14-17 Juni 2022 waktu pelaksanaan ujian tulis UM PTKIN. Dan terkakhir 30 Juni 2022 waktu pengumuman UM PTKIN. 

"SPAN UM PTKIN akan dilaksanakan oleh 58 PTKIN yang tersebar di seluruh Indonesia dan satu Fakultas Agama PTN yaitu Universitas Singaperbangsa Karawang," jelasnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA