Saturday, 12 Rabiul Awwal 1444 / 08 October 2022

Erick Thohir Berharap Talenta Wirausaha BSI Ciptakan Muslimpreneur

Rabu 19 Jan 2022 16:39 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi dan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah (dari kiri ke kanan) berbincang saat peluncuran Talenta Wirausaha BSI di Jakarta, Rabu (19/1/2022). BSI meluncurkan program Talenta Wirausaha BSI sebagai bentuk keseriusan untuk melahirkan wirausaha muda dan membangkitkan ekonomi ummat melalui penguatan sektor bisnis ekonomi rakyat. Republika/Putra M. Akbar

Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Hery Gunardi dan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah (dari kiri ke kanan) berbincang saat peluncuran Talenta Wirausaha BSI di Jakarta, Rabu (19/1/2022). BSI meluncurkan program Talenta Wirausaha BSI sebagai bentuk keseriusan untuk melahirkan wirausaha muda dan membangkitkan ekonomi ummat melalui penguatan sektor bisnis ekonomi rakyat. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Erick Thohir berharap program Talenta Wirausaha BSI dapat menciptakan Muslimpreneur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir berharap program Talenta Wirausaha BSI yang diluncurkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dapat menciptakan Muslimpreneur di Indonesia. Erick Thohir sangat mengapresiasi ketika BSI meluncurkan program Talenta Wirausaha BSI.

"BSI sebagai bank syariah tentu akan fokus kepada bagaimana membangun Muslimpreneur dan juga pembangunan ekosistem daripada industri halal," ujar Erick Thohir ketika menghadiri peluncuran Program Talenta Wirausaha BSI di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga

Menurut Erick, jika dibandingkan dengan negara-negara maju bisa sampai 10-14 persen daripada jumlah entrepreneurnya tapi di Indonesia sendiri jumlahnya masih 3,5 persen. "Artinya apa, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Apalagi kalau kita melihat populasi muda Indonesia 70 persennya ingin menjadi pengusaha. Jadi gap antara kita dengan negara lain cukup besar persentase dari jumlah penduduknya, pengusahanya, dan berdasarkan riset terakhir 70 persen populasi muda Indonesia ingin jadi pengusaha. Ini merupakan kesempatan," katanya.

Terkait bantuan kepada UMKM, Erick menyampaikan bahwa konteksnya di tiga hal yakni pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar. Sedangkan berkaitan dengan fokus kedua BSI yakni ekosistem industri halal, ia mengatakan selama ini Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia, tetapi kalau melihat industri halalnya Indonesia tidak masuk lima besar.

"Saya sudah mengajak juga Direktur Utama BSI untuk datang ke pesantren-pesantren karena memang kita ingin pesantren sebagai mercusuar peradaban. Supaya keseimbangan ekonomi bisa terjadi, apalagi saat Covid ini jelas di mana terdapat kesenjangan. Maka dari itu kita harus seimbangkan dan intervensi. Di situlah negara hadir memastikan kesenjangan tersebut tidak boleh semakin melebar dan harus segera diintervensi," kata Erick.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA