Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Taliban Berencana Buka Kembali Sekolah untuk Anak Perempuan pada Akhir Maret

Ahad 16 Jan 2022 13:09 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Anak-anak perempuan berjalan ke atas saat mereka memasuki sekolah sebelum kelas di Kabul, Afghanistan, Ahad (12/9).

Anak-anak perempuan berjalan ke atas saat mereka memasuki sekolah sebelum kelas di Kabul, Afghanistan, Ahad (12/9).

Foto: AP/Felipe Dana
Taliban ingin sekolah anak laki-laki dan anak perempuan dipisahkan.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Taliban berharap dapat membuka semua sekolah untuk anak perempuan di seluruh negeri setelah akhir Maret. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan pada Sabtu (15/1/2022), rencana itu menawarkan batas waktu pertama kalinya untuk mengabulkan permintaan utama dari komunitas internasional.

Wakil Menteri Kebudayaan dan Informasi Afghanistan itu mengatakan, Departemen Pendidikan ingin membuka ruang kelas untuk semua anak perempuan dan perempuan setelah Tahun Baru Afghanistan yang dimulai pada 21 Maret. Afghanistan, seperti negara tetangga Iran, menggunakan kalender Syamsi Hijriyah.

Baca Juga

Mujahid menekankan, pendidikan untuk anak perempuan dan perempuan adalah masalah kapasitas. Anak perempuan dan laki-laki harus benar-benar dipisahkan di sekolah.

Kendala terbesar sejauh ini, menurut dia, menemukan atau membangun asrama yang cukup atau tempat tinggal di mana anak perempuan bisa menginap sambil bersekolah. Mujahid menyatakan, di daerah padat penduduk tidak cukup hanya memiliki ruang kelas terpisah untuk anak laki-laki dan perempuan, sebab gedung sekolah yang terpisah diperlukan.

"Kami tidak menentang pendidikan," ujar Mujahid.

Perintah Taliban sejauh ini tidak menentu, bervariasi dari satu provinsi ke provinsi lainnya. Anak perempuan tidak diizinkan kembali ke ruang kelas di sekolah negeri di luar kelas 7, kecuali di sekitar 10 dari 34 provinsi di negara itu. Di ibu kota, Kabul, universitas swasta dan sekolah menengah terus beroperasi tanpa gangguan. Sebagian besar kelas selalu dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.

"Kami berusaha menyelesaikan masalah ini pada tahun mendatang, sehingga sekolah dan universitas dapat dibuka," kata Mujahid.

Baca: Beli NFT Lukisan Ridwan Kamil Seharga 45,9 Juta, Lanang Cikal: Sambil Belajar

Baca: Vitamin D Bantu Lindungi Tubuh dari Infeksi Pernapasan? Ini Catatan Studi

Komunitas internasional skeptis terhadap pengumuman Taliban. Mereka akan menilai berdasarkan tindakan yang diambil oleh Taliban. 

Baca:  Filipina Membeli Sistem Pertahanan Maritim dari India

sumber : AP
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA