Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

IDAI Anjurkan agar Anak Boleh Pilih PTM atau PJJ

Sabtu 15 Jan 2022 09:01 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Esthi Maharani

Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 1 Temulus, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (14/1/2022). Pelaksanaan PTM dengan kapasitas siswa 100 persen atau penuh untuk siswa SD dan SMP di wilayah itu yang dimulai sejak 3 Januari 2022 tersebut berjalan dengan baik dan lancar.

Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 1 Temulus, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (14/1/2022). Pelaksanaan PTM dengan kapasitas siswa 100 persen atau penuh untuk siswa SD dan SMP di wilayah itu yang dimulai sejak 3 Januari 2022 tersebut berjalan dengan baik dan lancar.

Foto: ANTARAYusuf Nigroho
IDAI menganjurkan agar anak masih bisa memilih antara PTM atau PJJ

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum IDAI, Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), mengatakan telah mengajukan surat kepada pemerintah menyoal kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dalam hal ini sebanyak lima profesi, menurut dia, telah menganjurkan anak untuk masih boleh memilih antara PTM maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Anak tetap diperbolehkan memilih tatap muka atau jarak jauh, masih ada pilihan berdasar profil risiko. Jadi tidak semua orang tua bisa PTM. Banyak yang khawatir khususnya buat anak yang punya komorbid dan belum vaksin,” kata Piprim dalam diskusi daring IDAI, Jumat (14/1/2022).

Piprim juga mengatakan protokol kesehatan belum sepenuhnya atau 100 persen dilakukan anak yang melakukan PTM. Bahkan ditemukan kasus anak yang akhirnya mengalami long Covid-19. “Itu kasihan sekali,” ujar dia.

IDAI menyarankan khususnya agar anak yang punya komorbid untuk diperiksa terlebih dulu sebelum mulai PTM. Selain itu, anak yang sudah melengkapi imunisasi dan cakap Covid dapat mengikuti PTM. Aturan PTM seyogyanya dibuat transparan untuk memberikan keamanan kepada publik.

“Ada nggak mitigasinya? Diharapkan orang tua juga tetap memantau protokol kesehatan dengan baik,” tambah dia.

IDAI mengimbau untuk menahan diri melanjutkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Terlebih mengingat varian Covid Omicron yang juga menjadi kekhawatiran seluruh dunia.

Belum lagi belum semua anak mendapatkan vaksinasi Covid usia 6-11 tahun. Jadi, PTM 100 persen pada anak-anak yang belum vaksinasi lengkap dan belum pandai akan protokol kesehatan, dinilai sangat mengkhawatirkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA