Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Cak Imin Instruksikan Kadernya Bantu Tangani Dampak Gempa Banten

Sabtu 15 Jan 2022 09:15 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar menginstruksikan kader partainya untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak gempa Banten.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar menginstruksikan kader partainya untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak gempa Banten.

Foto: Tangkapan Layar
Kader PKB diminta gerak cepat menangani musibah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menginstruksikan kadernya untuk ikut mrmbantu menangani dampak gempa yang mengguncang Banten dan sekitarnya pada Jumat (14/1/2022). Dirinya juga mengimbau, masyarakat meningkatkan kewaspadaan akan bahaya gempa.

"Kepada semua pihak untuk saling bahu membahu antisipasi kalau ada korban. BMKG harus memberikan warning secepat-cepatnya antisipasi lalu bantuan kalau ada yang kena akibat gempa itu," kata Cak Imin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/1/2022).

Wakil Ketua DPR itu juga menginstruksikan kader partainya, khususnya yang berada di wilayah Pandeglang serta lokasi terdampak gempa paling parah, untuk segera memberikan bantuan baik doa, tenaga, maupun logistik kepada para korban. Kader PKB diminta gerak cepat menangani musibah tersebut.

"PKB harus bergerak, seperti biasa kalau ada musibah bencana harus cepat menangani dan membantu mengatasi," ujarnya.

Gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 (kemudian direvisi jadi 6,6) mengguncang wilayah Banten, Jumat (14/1/2022) sekira pukul 16.05 WIB. Guncangan gempa tidak hanya terasa di Banten tetapi juga hingga provinsi sekitar seperti DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, hingga Lampung.

BMKG melaporkan gempa berada di koordinat 7.01 LS-105.26 BT (52 km Barat Daya Sumur, Banten). BMKG juga mengonfirmasi lewat akun Twitter-nya, bahwa gempa itu tidak berpotensi tsunami. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA