Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Pemkab Pandeglang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa

Sabtu 15 Jan 2022 00:48 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Rumah dan fasilitas sekolah di beberapa wilayah di Pandeglang yang rusak akibat gempa bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Sumur, Banten, Jumat (14/1).

Rumah dan fasilitas sekolah di beberapa wilayah di Pandeglang yang rusak akibat gempa bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Sumur, Banten, Jumat (14/1).

Foto: dok. Istimewa
Korban kerusakan rumah cukup banyak dan dipastikan terjadi pengungsian imbas gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bermagnitudo 6,6 pada Jumat (14/1/2022) pukul 16.05 WIB. "Penetapan status tanggap darurat itu terhitung 14 hari ke depan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro saat menggelar jumpa pers di Pandeglang, Jumat.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang menetapkan status tanggap darurat bencana itu karena korban kerusakan rumah cukup banyak dan dipastikan terjadi pengungsian. Berdasarkan data sementara hingga pukul 21.00 WIB, 263 rumah dan 10 sekolah rusak tersebar di 23 kecamatan.

Baca Juga

Daerah terparah dampak gempa, yakni Cikeusik, Cimanggu, dan Sumur. Karena lokasinya berdekatan dengan pusat gempa tektonik magnitudo 6,6 itu.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam bencana itu. Namun dua warga Cikeusik mengalami luka ringan. Kemungkinan data kerusakan rumah, sekolah, dan perkantoran tersebut terus bertambah. Sebab petugas dari pemerintah kecamatan dan desa masih melaporkan kepada BPBD setempat.

Selain itu, juga terjadi pengungsian warga karena tempat tinggal mereka roboh atau rusak berat. Oleh karena itu, BPBD Pandeglang akan mendirikan tenda, dapur umum, dan tempat pengungsian untuk penanganan korban.

Dengan status tanggap darurat, kata dia, pemerintah daerah memfokuskan penanganan terbaik pasca bencana dan untuk memberikan pelayanan kepada korban bencana alam. "Penanganan ini merupakan bentuk pengurangan risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA