Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Hukuman Berat Bagi Pemberontak di Dunia dan Akhirat Sekaligus

Kamis 13 Jan 2022 15:41 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Pemberontak (ilustrasi). Dampak kekacuaan para pemberontak berakibat fatal bagi masyarakat

Pemberontak (ilustrasi). Dampak kekacuaan para pemberontak berakibat fatal bagi masyarakat

Foto: Anadolu Agency
Dampak kekacuaan para pemberontak berakibat fatal bagi masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, — Islam menentang kelompok-kelompok orang yang senang berbuat semena-mena, melakukan pembangkangan dan pemberontakan terhadap negara bahkan tega menumpahkan darah untuk mencapai misi politiknya. 

Padahal negara tersebut aman dan damai, serta pemimpinnya juga Muslim yang senantiasa menyeru rakyatnya pada kebaikan dan menjalankan perintah agama serta menyeru untuk menjauhi segala larangan Allah ﷻ.

Baca Juga

Maka pelaku pemberontakan seperti itu akan mendapatkan hukuman baik di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana dalam kitab at-Targhib wa at-Tarhib karya Imam Al Mundziri, menukil sebuah hadits: 

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَامِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُمِنْ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ الْعُقُوْبَةِ لِصَاحِبِهِ فِى الدُّنْيَامَعَ مَايُدَخَّرُلَهُ فِى الْاَخِرَةِ مِنَ الْبَغْىِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk Allah menyegerakan siksanya di dunia kepada pelakunya di samping hukuman yang disimpan di akhirat dari pada melakukan pemberontakan dan memutuskan tali persaudaraan," (HR Turmudzi). 

Pada hadits lainnya disebutkan bahwa pemberontakan itu  kemaksiatan yang paling cepat diberikan siksanya pada pelakunya dibanding dengan kemaksiatan lainnya.  

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيْسَ شَىْءٌ مِمَّاعُصِىَ اللَّهُ بِهِ وَهُوَ أَعْجَلُ عِقَابًامِنَ الْبَغْىِ وَمَامِنْ شَىْءٍ أُطِيْعَ اللَّهُ بِهِ أَسْرَعَ ثَوَابًامِنَ الصِّلَةِ وَالْيَمِيْنِ الْفَاجِرَةُ تَدَعُ الدِّيَارَبِلَاقِعَ.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada sesuatu kemaksiatan dari segala perbuatan yang dipakai maksiat kepada Allah, sedang maksiat itu lebih disegerakan siksanya  dari pada pemberontakan. Dan tidak ada sesuatu ketaatan yang dipakai taat pada allah yang lebih cepat datang pahalanya daripada menyambung persaudaraan. Sedang sumpah yang palsu itu menjadikan negeri jadi porak poranda.” (HR Baihaqi)  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA