Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Minat Baca Rendah, Wapres: Jangan Jadi Bangsa Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Kamis 13 Jan 2022 12:53 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus Yulianto

Wakil Presiden RI KH Maruf Amin.

Wakil Presiden RI KH Maruf Amin.

Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Data UNESCO yang menunjukan hanya satu dari 1.000 orang Indonesia yang gemar membaca.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyayangkan masih rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Wapres mengungkap, data UNESCO yang menunjukan hanya satu dari 1.000 orang Indonesia yang gemar membaca atau sangat kecil sekali.

"Ini harus kita perbaiki. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang kalau ibarat 'tong kosong nyaring bunyinya'. itu dalam arti bacaan," kata Wapres dalam sambutannya saat menghadiri Wisuda STAI Syaichona Moh. Cholil Angkatan ke-10 di Bangkalan, Madura, Kamis (13/1).

Sementara, kata Wapres, masyarakat Indonesia sangat aktif di media sosial. Bahkan, menempatkan posisi lima di dunia sebagai masyarakat yang aktif di media sosial

"Kalau di medsos kita luar biasa bermedsos itu, nomor 5 di dunia, tinggi untuk bermedsos. Makanya kenapa anak-anak itu sekarang bawa terus handphone, ada yang punya satu, ada dua, ada ada yang punya 3. Ini harus kita perbaiki," kata Wapres.

Karena itu, Wapres mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan membaca. Sebab, pondasi untuk meningkatkan ilmu pengetahuan adalah dengan membaca.

Bahkan, kata Wapres, perintah membaca juga ditegaskan dalam Alquran. "Ulama menafsirkan sering membaca itu tidak hanya yang kita baca huruf-huruf alquran tapi ilmu-ilmu Allah yang termaktub di dalam kehidupan yang nyata, di bumi, di laut dan di udara. jadi semua adalah objek daripada bacaan kita," katanya.

Di samping itu, Wapres menilai penguasaan iptek juga harus diimbangi dengan penguatan keimanan, nasionalisme, dan akhlak mulia. Tujuannya agar pemanfaatan Iptek benar-benar membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara.

"Sementara kita tetap mampu menjaga identitas diri di tengah berbagai tantangan dunia modern," katanya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA