Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

AS Catat Rekor Tertinggi Jumlah Pasien Rawat Inap Covid-19

Kamis 13 Jan 2022 11:15 WIB

Red: Nur Aini

Amerika Serikat (AS) pada Selasa (11/1/2022) mencatat rekor baru untuk jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena virus corona

Amerika Serikat (AS) pada Selasa (11/1/2022) mencatat rekor baru untuk jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena virus corona

AS baru-baru ini melaporkan setidaknya 145.982 orang dirawat di RS karena Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) pada Selasa (11/1/2022) mencatat rekor baru untuk jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena virus corona, data terbaru memecahkan rekor sebelumnya pada Januari 2021.

Jumlah orang yang dirawat inap di rumah sakit karena Covid-19 di AS mencapai 145.982 pasien, menurut data dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS). Angka itu jauh melampaui rekor sebelumnya 142.000 yang tercatat pada bulan yang sama tahun lalu.

Baca Juga

Ada hampir 24.000 tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) yang digunakan untuk merawat pasien virus corona di seluruh negeri, di mana hampir semua kecuali empat negara bagian melaporkan lebih dari 70 persen ruangan inap mereka terisi, menurut HHS.

Kasus infeksi telah melonjak secara nasional karena varian omicron telah menyebabkan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama gelombang musim dingin. Sekitar 1,5 juta kasus Covid-19 tercatat pada Senin, menurut data dari Universitas Johns Hopkins. Lonjakan itu sekali lagi membebani sistem perawatan kesehatan AS dengan masalah jumlah petugas yang semakin diperburuk karena banyak staf yang telah terinfeksi, dan sekolah harus mengatasi meningkatnya kasus infeksi di antara siswa dan staf.

Vaksin terus menawarkan perlindungan terbaik terhadap efek terburuk dari Covid-19, termasuk konsekuensi rawat inap dan kematian. Sebagian besar orang yang dibawa ke rumah sakit karena infeksi tidak divaksinasi.

Baca: Israel Klaim Bongkar Jaringan Mata-Mata Iran

Orang yang telah divaksinasi sekitar lima kali lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi. Selain itu, orang dengan vaksin lebih dari 10 kali lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit dan lebih dari 10 kali lebih kecil kemungkinannya meninggal karena virus, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Baca: Bekerja Tanpa APD di Awal Pandemi, Dokter Spanyol Menangkan Gugatan Lawan Pemerintah

Baca: Thailand Pungut Tarif Tambahan Bagi Turis Asing untuk Biaya Pengobatan

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA