Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Masjid Bronx akan Gelar Pemakaman Massal Korban Kebakaran Apartemen

Kamis 13 Jan 2022 05:15 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Keluarga korban kebakaran apartemen di New York City, New York, AS berkumpul di Masjid-Ur-Rahmah. Sebagian besar korban kebakaran adalah imigran Muslim dari Gambia. Masjid Bronx akan Gelar Pemakaman Massal Korban Kebakaran Apartemen

Keluarga korban kebakaran apartemen di New York City, New York, AS berkumpul di Masjid-Ur-Rahmah. Sebagian besar korban kebakaran adalah imigran Muslim dari Gambia. Masjid Bronx akan Gelar Pemakaman Massal Korban Kebakaran Apartemen

Foto: AP Photo/Yuki Iwamura
Masjid tersebut tetap buka bagi mereka yang menjadi korban kebakaran.

REPUBLIKA.CO.ID, BRONX -- Sebuah masjid lokal di Bronx, wilayah di New York City, Amerika Serikat (AS) berencana mengadakan pemakaman massal bagi para korban kebakaran apartemen pada Ahad (9/1/2022). Banyak di antara para korban tersebut adalah imigran Muslim dari Gambia.

Imam di Masjid-Ur-Rahmah Musa Kabba mengatakan kepada NY1 pemakaman mungkin diadakan paling cepat Jumat atau Sabtu. Selama tragedi kebakaran ini, masjid tersebut tetap buka bagi mereka yang menjadi korban kebakaran.

Baca Juga

Banyak korban insiden itu yang berdiam dan berkumpul di Masjid-Ur-Rahmah. Penghuni gedung apartemen tersebut dan para tetangga di sekitarnya telah berkumpul di masjid ini sejak Ahad lalu untuk beribadah, berkabung, dan berupaya mencari tahu di mana anggota keluarga yang hilang mungkin berada.

Rencana pemakaman muncul ketika keluarga Gambia dihadapkan dengan keputusan sulit tentang apakah akan menguburkan kerabat mereka di AS atau Gambia. Namun, beberapa di antaranya belum menerima jenazah orang yang mereka cintai.

Haji Dukuray (61 tahun) kehilangan lima kerabat dalam kebakaran itu, termasuk tiga orang anak. Dia mengatakan dia dan kerabatnya mengadakan pertemuan keluarga untuk mencari tahu rencana pemakaman.

"Kami akan menentukan apakah mereka akan dimakamkan di Bronx atau dibawa kembali ke Gambia," katanya, Selasa, dilansir di New York Post, Rabu (12/1/2022).

Sementara itu, Dukuray dan kerabatnya belum menerima jenazah dari kerabat mereka yang meninggal dalam tragedi kebakaran tersebut. Adapun Yusupha Jawara (46) kehilangan saudaranya, Hagi Jawara (47) dan saudara iparnya Isatou Jabbie (31) dalam kebakaran itu.

Pasangan itu meninggalkan empat anak, yang saat ini berada di Gambia karena sedang mengunjungi keluarga. Jawara mengatakan kakak dan iparnya akan dimakamkan di Gambia.

Pemerintah lokal dan negara bagian telah berjanji membantu biaya pemakaman keluarga korban. Sementara organisasi masyarakat Gambia mengumpulkan ratusan ribu untuk mendukung para korban dan memastikan mereka mendapatkan pemakaman yang layak.

Wali Kota Eric Adams telah menekankan bahwa kota tersebut ingin bekerja sama dengan komunitas Muslim setempat untuk menghormati adat penguburan mereka. Setidaknya 17 orang, termasuk delapan anak-anak, tewas dalam kebakaran tersebut, dan menyebabkan lebih dari 60 lainnya luka-luka. Insiden itu adalah kebakaran paling mematikan di New York City dalam lebih dari 30 tahun.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA