Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

PLN Pastikan Listrik Aman Usai Kebakaran PLTU Teluk Sirih

Ahad 09 Jan 2022 21:12 WIB

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi

Logo PLN. PT PLN memastikan pasokan listrik untuk masyarakat aman usai kebakaran PLTU Teluk Sirih, Sumbar, pada Sabtu (8/1).

Logo PLN. PT PLN memastikan pasokan listrik untuk masyarakat aman usai kebakaran PLTU Teluk Sirih, Sumbar, pada Sabtu (8/1).

Foto: pln.co.id
PLN berkomitmen menyediakan kelistrikan yang andal meski sempat terjadi kebakaran.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- PT PLN memastikan pasokan listrik untuk masyarakat aman usai terjadinya peristiwa kebakaran di area Belt Conveyor 7 dan 8 PLTU Teluk Sirih, Bungus Teluk Kabung, Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada Sabtu (8/1) pagi.

"Kebakaran ini tidak berdampak pada pasokan energi listrik ke masyarakat di wilayah Sumatra Barat," kata General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (UIK SBS) Djoko Mulyono dalam keterangan pers yang diterima di Padang, Ahad (9/1).

Baca Juga

Djoko menyatakan, PLN tetap berkomitmen untuk menyediakan kelistrikan yang andal sekaligus aman untuk Sumbar, sekalipun terjadi kebakaran di tengah pandemi Covid-19. Gerak cepat para petugas PLN Unit Pelaksana Pembangkit Teluk Sirih menggunakan mobil pemadam kebakaran dan sistem proteksi hidran berfungsi dengan baik sehingga upaya tersebut berhasil memadamkan kobaran si jago merah dalam waktu yang cepat yaitu sekitar empat jam.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di kawasan PLTU Teluk Sirih, Bungus Teluk Kabung, Padang, pada Sabtu (8/1) pagi tepatnya di area Belt Conveyor 7 dan 8. Peristiwa kebakaran tersebut kemudian beredar di media sosial Instagram sehingga menarik perhatian warganet, dalam video terlihat kepulan asap hitam membubung di atas sebuah bangunan.

Selain kerugian material, peristiwa kebakaran itu juga menewaskan salah seorang pekerja. Kini peristiwa itu dalam tahap penyelidikan Kepolisian Resor Kota Padang untuk mendalami peristiwa serta mencari tahu penyebab kebakaran.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA