Ahad 09 Jan 2022 18:30 WIB

25 Kasus Deltacron Ditemukan

Koinfeksi varian Delta dan Omicron sebabkan Deltacron.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Indira Rezkisari
Kombinasi varian Delta dan Omicron atau Deltacron ditemukan ilmuwan Siprus.
Foto: www.wikimedia.org
Kombinasi varian Delta dan Omicron atau Deltacron ditemukan ilmuwan Siprus.

REPUBLIKA.CO.ID, NIKOSIA – Ilmuwan Siprus telah menemukan strain Covid-19 yang dijuluki “Deltacron”. Varian tersebut merupakan kombinasi antara Delta dan Omicron. Sebanyak 25 kasus Deltacron ditemukan.

Kepala Laboratorium Bioteknologi dan Virologi Molekuler Siprus Leondios Kostrikis adalah ilmuwan yang menemukan kemunculan varian tersebut. “Saat ini ada koinfeksi Omicron serta Delta dan kami menemukan strain ini yang merupakan kombinasi dari keduanya,” kata dia saat diwawancara Sigma TV pada Jumat (7/1/2022), dilaporkan Bloomberg, Ahad (9/1/2022).

Baca Juga

Kostrikis menamakan varian tersebut sebagai Deltacron. Sebab tanda-tanda genetik mirip Omicron ditemukan dalam genom Delta. Dia menyebut, sekitar 25 kasus Deltacron telah ditemukan. “Tapi terlalu dini untuk mengatakan seberapa merusak strain (Deltacron) ini,” ucapnya.

Belum lama ini, Israel juga menemukan kasus “Flurona”. Dalam kasus tersebut, seseorang terinfeksi Covid-19 dan virus influenza pada saat bersamaan. Para ahli mengatakan, kasus Flurona kemungkinan akan tumbuh karena penyebaran cepat varian Omicron.

Saat ini Omicron telah menjadi varian dominan di sejumlah negara Eropa. Hal itu menyebabkan sejumlah negara di Benua Biru menerapkan lagi karantina wilayah (lockdown) guna mengekang ledakan kasus atau munculnya gelombang baru.

Sejauh ini dunia sudah mencatatkan 305 juta kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 5,48 juta jiwa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement