Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Wapres: Atasi Kemiskinan Tanpa Pemberdayaan Namanya Memelihara Kemiskinan

Ahad 09 Jan 2022 15:30 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agung Sasongko

Wakil Presiden Maruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: Dok. KIP/Setwapres
Wapres menekankan pentingnya program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan program pemberdayaan masyarakat penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, pemberian bantuan maupun perlindungan sosial tidak cukup untuk mengatasi kemiskinan.

"Kalau tidak dilakukan pemberdayaan, nanti kita namanya memelihara kemiskinan, artinya hanya melestarikan kalau dengan bansos saja," ujar Wapres di sela kunjungan kerja ke Sulawesi Tengah, akhir pekan ini.

Baca Juga

Karena itu, dalam tiap kunjungan ke daerah, Wapres menekankan pentingnya program pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Ia mengatakan, UMKM ini harus terus didorong untuk menekan angka kemiskinan, terutama masyarakat miskin ekstrem.

Ia menyatakan, pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem yang semula ada 10,8 juta bisa nol persen pada 2024 mendatang.

"2024  kemiskinan ekstrem  yang sekarang ini, sekitar  10 juta lebih di Indonesia itu harus sudah nol di 2024, dan kemiskinan secara menyeluruh  yang sekitar 10 persen, 27 juta itu diturunkan dari 10 persen. Karena kemarin ada kenaikan satu persen karena Covid, ini yang harus kita turunkan melalui upaya pemberdayaan," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA