Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Gaikindo Proyeksikan Penjualan Mobil 900 Ribu Unit di 2022

Sabtu 08 Jan 2022 09:35 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pengunjung melihat mobil Nissan dan Datsun di diler PT Mitra Pinasthika Mustika Auto (MPM Auto) Nissan-Datsun di Alam Sutra, Tanggerang, Banten, Senin (28/3).

Pengunjung melihat mobil Nissan dan Datsun di diler PT Mitra Pinasthika Mustika Auto (MPM Auto) Nissan-Datsun di Alam Sutra, Tanggerang, Banten, Senin (28/3).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Target penjualan mobil baru sebanyak 750 ribu unit pada 2021 berhasil terlampaui.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjualan mobil baru sebanyak 900 ribu unit pada 2022. Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto memperkirakan pada tahun ini pasar otomotif di Tanah Air akan mendekati normal, setelah sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19 pada 2020.

Industri otomotif mulai perlahan bangkit pada tahun lalu.Target penjualan 900 ribu unit mobil baru pada tahun 2022 dipandang realistis, mengingat laju roda perekonomian mulai kembali bergerak, meski daya beli masyarakat belum kembali secara utuh.

Baca Juga

Terlebih lagi, target penjualan mobil baru sebanyak 750 ribu unit pada 2021 berhasil terlampaui.  

Gaikindo beberapa waktu lalu menyatakan menggeliatnya kembali pasar otomotif pada 2021 tidak lepas dari hadirnya kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu dinilai sukses memulihkan kondisi pasar di tengah pandemi COVID-19.

Target ini terlepas dari belum adanya kepastian perpanjangan insentif PPnBM untuk otomotif tahun 2022. Jongkie mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan Pemerintah. Apabila insentif PPnBM tidak diperpanjang, dia mengatakan para agen pemegang merek (APM) akan melakukan penyesuaian harga. Jika hal itu terjadi, maka akan berimbas terhadap menurunnya penjualan kendaraan pada tahun ini.

"Kalau ada penyesuaian harga, maka bisa terjadi penurunan angka penjualan di awal tahun 2022 ini," ujar Jongkie.

Namun, meski akan ada penurunan penjualan karena insentif PPnBM tidak diperpanjang, Jongkie menyatakan target penjualan mobil baru pada tahun ini tidak diturunkan. "Sementara tetap 900.000 unit," kata dia.

Data yang ditunjukkan Jongkie mencatat bahwa penjualan mobil secara wholesales pada Januari hingga Desember 2021 sebanyak 887.200 unit, meningkat 66 persen (354.793 unit) dibanding penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 532.407 unit.

Sedangkan penjualan secara retail pada periode Januari hingga Desember 2021 berjumlah 863.359 unit. Angka ini meningkat 49,2 persen (284.597 unit) dari penjualan pada periode yang sama tahun 2020 yaitu 578.763 unit.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA