Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Di Balik Usaha Warga Palestina Memperoleh Kewarganegaraan Israel

Kamis 06 Jan 2022 16:48 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Di Balik Usaha Warga Palestina Memperoleh Kewarganegaraan Israel. FILE - Dalam foto arsip 19 Juni 2021 ini, para demonstran Palestina mengibarkan bendera Palestina selama protes di gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem. Warga Palestina dan pemukim Yahudi saling melemparkan batu, kursi, dan kembang api semalaman di lingkungan Yerusalem yang tegang di mana kelompok pemukim berusaha mengusir beberapa keluarga Palestina, kata para pejabat Selasa, 22 Juni.

Di Balik Usaha Warga Palestina Memperoleh Kewarganegaraan Israel. FILE - Dalam foto arsip 19 Juni 2021 ini, para demonstran Palestina mengibarkan bendera Palestina selama protes di gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem. Warga Palestina dan pemukim Yahudi saling melemparkan batu, kursi, dan kembang api semalaman di lingkungan Yerusalem yang tegang di mana kelompok pemukim berusaha mengusir beberapa keluarga Palestina, kata para pejabat Selasa, 22 Juni.

Foto: AP/Mahmoud Illean
Israel sedang mencoba menyingkirkan warga Palestina di Yerusalem.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Sejumlah warga Palestina di Yerusalem berusaha mendapatkan kewarganegaraan Israel. Mereka berharap bisa hidup dalam stabilitas di tengah situasi ekonomi dan kehidupan yang sulit di Yerusalem.

Memperoleh kewarganegaraan Israel memiliki keuntungan, seperti asuransi kesehatan, jaminan sosial, dan kebebasan bergerak. Kepala Komite Yerusalem untuk Menolak Pemindahan Nasser al-Hadmi menyampaikan sebelum mantan presiden AS Donald Trump mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, ada keinginan besar Israel menaturalisasi sejumlah besar penduduk di Yerusalem agar kota itu memiliki mayoritas Yahudi.

Baca Juga

Lalu, setelah AS mengakui status Israel, Israel mengurangi jumlah naturalisasi orang Yerusalem. Israel saat ini berusaha menggusur orang Yerusalem dan mengusir mereka daripada menaturalisasi mereka. Terbukti, misalnya, dengan penggusuran sejumlah warga di lingkungan Sheikh Jarrah dan Silwan.

"Sekitar 80 ribu aplikasi naturalisasi telah diajukan oleh penduduk Palestina di Yerusalem kepada otoritas Israel untuk mendapatkan kewarganegaraan Israel. Tetapi Israel sejauh ini hanya menyetujui sejumlah kecil dari mereka," kata dia seperti dilansir dari Al-Monitor, Kamis (6/1).

"Baru-baru ini, setelah Yerusalem diakui sebagai ibu kota Israel oleh pemerintah AS dan beberapa negara lain, Israel tampaknya tidak lagi tertarik menaturalisasi sejumlah besar warga Yerusalem. Israel melihatnya sebagai minoritas yang mencerminkan citra kota beradab," tambahnya.

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA