Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Merawat Boneka Arwah, Ini Tanggapan Komisi Fatwa MUI

Kamis 06 Jan 2022 11:47 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

Merawat Boneka Arwah, Ini Tanggapan Komisi Fatwa MUI. Foto:  Ilustrasi spirit doll (boneka arwah)

Merawat Boneka Arwah, Ini Tanggapan Komisi Fatwa MUI. Foto: Ilustrasi spirit doll (boneka arwah)

Foto: Pixabay
Komisi Fatwa MUI tanggapi fenomena boneka arwah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Boneka arwah atau spirit doll yang diadopsi sejumlah publik figur sedang menjadi perbincangan. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ikut menanggapi tren baru yang dinilainya tidak masuk akal ini.

Ada yang merawat spirit doll dan mengatakan bahwa spirit doll seperti anak sendiri, diberi makan serta minum. Bahkan ada yang mengatakan spirit doll bisa mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya. Hal inilah yang menjadi keprihatinan Komisi Fatwa MUI.

Baca Juga

Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Hasanuddin AF, mengatakan, merawat spirit doll dengan keyakinan bisa memberikan keberuntungan itu sudah tidak sesuai dengan akidah Islam. Keyakinan terhadap selain Allah SWT yang dapat menyebabkan suatu keberuntungan atau sebaliknya seperti kesialan dan kecelakan, ini sikap yang menyimpang dari akidah Islam.

"Benda-benda apapun kalau kita mempercayai ada sesuatu kekuatan di dalamnya (yang dapat memberi keberuntungan atau kesialan), itu sudah menyimpang (dari akidah Islam)," kata Kiai Hasanuddin kepada Republika, Kamis (6/1)

Ia menerangkan bahwa orang yang meyakini ada kekuatan lain selain Allah SWT yang dapat memberikan keberuntungan atau sebaliknya, orangnya disebut musyrik dan perbuatannya disebut syirik.

Musyrik adalah orang menyekutukan Allah. Syirik adalah perbuatan yang menyekutukan Allah dengan yang lain.

Kiai Hasanuddin berpesan kepada semua umat Islam agar ingat syahadat, Ayshadu alla ilaha illallah wa ayshadu anna Muhammadarrasulullah (aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah). Jadi Muslim harus iman atau yakin kepada Allah Yang Mah Esa.

"Tidak ada tuhan lain atau makhluk lain yang perlu disembah selain Allah. Tidak (ada makhluk lain yang) perlu dituruti dan dipercaya selain Allah SWT, keyakinan Muslim harus seperti itu," ujarnya.

Menurutnya, mengadopsi, memberi makan dan minum sebuah boneka adalah perbuatan yang tidak masuk akal. Maka, dia mengimbau masyarakat Muslim khususnya publik figur jangan melakukan perbuatan yang aneh-aneh di masa pandemi Covid-19 ini.

"Masyarakat jangan macam-macam (aneh-aneh), kita harus benar-benar menjaga diri, beribadah, sesuai dengan akidah Islam, dalam kondisi begini, (jangan) macem-macem aneh-aneh tidak produktif," kata Kiai Hasanuddin.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Sesditjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Fuad Nasar, turut menanggapi spirit doll. Ia mengatakan, spirit doll dan benda apapun yang tidak bernyawa tidak perlu dianggap seolah punya ruh dan tidak layak dipercaya membawa keberuntungan atau sebaliknya.

Ia menerangkan, hobi mengoleksi karya seni dan mainan mirip makhluk hidup tidak ada salahnya, asal tidak berlebihan. "Mempercayai adanya unsur ruh dan kekuatan gaib pada benda bikinan manusia atau benda alam apapun berarti menurunkan nilai kemuliaan manusia, karena bertentangan dengan nilai tauhid sebagai asas keimanan kepada Allah Maha Esa," kata Fuad dilansir dari laman resmi Kemenag.

Fuad menilai, dalam tinjauan moderasi beragama, segala sesuatu yang merendahkan harkat, derajat, dan martabat kemanusian sebagai makhluk yang berakal harus dicegah.

"Manusia adalah puncak ciptaan Allah, makhluk paling tinggi dan paling mulia di antara seluruh ciptaan-Nya," jelasnya.

Fuad menjelaskan, di alam semesta hanya ada Allah SWT, alam, dan manusia. Menyangkut hubungan ketiganya, menurut ajaran Islam, alam tidak bisa memberi pengaruh supranatural terhadap kehidupan manusia. Alam tunduk kepada manusia sebagai khalifah Allah di bumi, sedang manusia dan alam tunduk kepada Allah SWT.

"Manusia yang memiliki akal budi dan ilmu pengetahuan jangan tergelincir ke dalam perasaan dan perilaku yang mengarah pada syirik yakni menyekutukan Allah," ujarnya.

Fuad menyatakan, dalam Alquran ditegaskan agar manusia hanya takut dan berharap kepada Allah, bukan kepada sesama ciptaan-Nya, apalagi benda yang dibikin oleh tangan manusia. Bahkan Nabi dan Rasul tidak diberi pengetahuan oleh Allah tentang ruh dan alam ghaib kecuali sangat terbatas dan sedikit.

"Manusia tidak bisa menciptakan ruh atau nyawa, tidak bisa memanggil ruh dari alam arwah, dan tidak bisa memberi atau memindahkan ruh kepada benda mati yang dibikin. Ruh atau arwah sepenuhnya urusan Allah dan sains modern tidak bisa menembusnya," kata Fuad.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA