Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Syafruddin Kunjungi Museum Sejarah Rasulullah di Masjid Nabawi

Rabu 05 Jan 2022 16:55 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti / Red: Ani Nursalikah

Syafruddin Kunjungi Museum Sejarah Rasulullah di Masjid Nabawi. Ketua Yayasan Museum Nabi Muhammad sekaligus Ketua Dewan Pembina Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad Komjen Pol (Purn.) Syafruddin mengunjungi Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Selasa (4/1/2022).

Syafruddin Kunjungi Museum Sejarah Rasulullah di Masjid Nabawi. Ketua Yayasan Museum Nabi Muhammad sekaligus Ketua Dewan Pembina Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad Komjen Pol (Purn.) Syafruddin mengunjungi Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Selasa (4/1/2022).

Foto: Prayogi/Republika.
Museum Sejarah Rasullullah akan dibangun di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Ketua Yayasan Museum Nabi Muhammad sekaligus Ketua Dewan Pembina Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad Komjen Pol (Purn.) Syafruddin mengunjungi Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Selasa (4/1/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka menerima undangan khusus dari Liga Muslim Dunia (LMD) dan Yayasan Assalam. Setelah melihat museum tersebut, Syafruddin menunjukkan rasa kagumnya terhadap bangunan yang baru saja dibuka di Madinah untuk umat Muslim tersebut. 

Baca Juga

Museum ini merupakan cerminan dari kehidupan Nabi Muhammad SAW dan titik awal peradaban Islam yang sekarang telah menyebar di berbagai penjuru dunia. Museum tersebut dilengkapi dengan tampilan layar digital yang menarik dan menceritakan sejarah perjalanan hidup dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat artefak dengan wujud multidimensi yang tampak seperti nyata. Syafruddin menjelaskan di dalam museum banyak ruangan yang menampilkan sejarah peperangan zaman Rasulullah.

Museum ini menampilkan puluhan lukisan dan instalasi seni interaktif yang tersedia dalam sejumlah bahasa. Namun, saat ini baru tersedia tujuh bahasa, yakni, Arab, Inggris, Spanyol, Urdu, Prancis, Turki, dan Indonesia.

“Kita dapat mengetahui sejarah panjang serta tingkah laku Rasulullah semasa hidupnya. Tampilan yang disuguhkan seolah-olah kita terbawa dalam kehidupan Rasulullah yang nyata dalam penglihatan kita,” ujar Syafruddin yang juga Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Dalam kesempatan tersebut, Syafruddin menjelaskan, Museum Sejarah Rasullullah akan dibangun di Indonesia. Ini akan menjadi museum peradaban Islam pertama di dunia selain di Arab Saudi. Pembangunan ini bertujuan memberikan penghargaan kepada Rasulullah. 

Museum tersebut berlokasi di Jakarta sebagai daerah strategis. Bahkan akan lebih luas dibandingkan dengan yang ada di Madinah. 

Saat berkunjung, rombongan yayasan museum Rasulullah diterima oleh Managing Direktur Cabang Madinah dari The International Fair and Museum of the Prophet's Biography and Islamic Civilization, Sa'id AlQurashi didampingi Direktur Kerja Sama External, Musfer Al-Wadhi'i, beserta tim. Mereka mewakili Sekretaris Jendral Liga Muslim Dunia (LMD) atau Rabithah Alam Islami,Syekh Muhammad bin Abdulkarim al-Issa. Hadir pula menyambut rombongan perwakilan Yayasan Wakaf Assalam Syaikh Nashir Az Sahroni dan Kepala Kantor Gubernur Madinah Syaikh Fahd Suhaimi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA