Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Orang-Orang yang Sesat Setelah Para Nabi dan Rasul Wafat

Rabu 05 Jan 2022 05:45 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Orang yang sesat setelah para nabi wafat adalah yang tinggalkan sholat. Ilustrasi sholat

Orang yang sesat setelah para nabi wafat adalah yang tinggalkan sholat. Ilustrasi sholat

Foto: REPUBLIKA
Orang yang sesat setelah para nabi wafat adalah yang tinggalkan sholat

REPUBLIKA.CO.ID, –Para nabi dan rasul diutus ke muka bumi untuk membimbing manusia agar menyembah Allah Subahanahu wa Ta'ala. Sehingga manusia selamat hidup di dunia dan menemui kebahagiaan di akhirat.

Namun setelah para nabi dan rasul wafat, ada golongan manusia yang justru kembali pada jalan kesesatan, sedang golongan lainnya justru menemui kebahagiaan. 

Baca Juga

Pakar tafsir Alquran yang juga anggota Dewan Pakar Pusat Studi Alquran (PSQ), KH Muhammad Arifin, menjelaskan orang-orang yang menemui kesesatan setelah wafatnya para nabi dan rasul adalah orang-orang yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya. Keterangan ini dapat ditemukan pada surat Maryam ayat 59.   

 فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”  

Kiai Arifin menjelaskan lafaz adha'u  sholat pada ayat tersebut adalah menghilangkan atau menyia-nyiakan sholat. Maksudnya sholat sebagai syariat yang telah dibawa dan diajarkan para nabi dan rasul justru disia-siakan, melalaikannya, atau pun melaksanakannya namun tidak memperhatikan rukun dan syarat sahnya sholat. 

Ada juga ulama yang berpendapat bahwa itu adalah orang yang menunda-nunda sholat, dan ada juga yang berpendapat itu adalah tarokus sholat atau meninggalkan sholat.  

Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang siapa kaum yang menyia-nyiakan sholat setelah nabinya wafat. Para ulama tafsir ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud ayat itu adalah kaum Nabi Musa. 

Setelah Nabi Musa wafat, kaumnya tidak lagi melaksanakan syariat yang dibawa Nabi Musa termasuk sholat. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah kaumnya Nabi Isa. Setelah Nabi Isa wafat, kaumnya tidak lagi melaksanakan sholat sebagaimana diajarkan Nabi Isa.  

Namun demikian kebanyakan para ulama berpendapat bahwa yang dimaksud adalah seluruh kaum dari tiap-tiap nabi dan rasul termasuk umat Nabi Muhammad ﷺ.

Baca juga : Jangan Berhenti Berbuat Baik

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA