Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Anak Kembali ke Sekolah, Gimana Cara Membuatnya Lebih Terbuka kepada Orang Tua?

Selasa 04 Jan 2022 14:22 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di SD Negeri Bhayangkari, Kota Serang, Banten, Selasa (4/1/2022). Tak semua anak bisa dengan mudah menceritakan pengalaman mereka di sekolah kepada orang tuanya.

Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di SD Negeri Bhayangkari, Kota Serang, Banten, Selasa (4/1/2022). Tak semua anak bisa dengan mudah menceritakan pengalaman mereka di sekolah kepada orang tuanya.

Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Orang tua kerap kesulitan untuk membuat anaknya terbuka tentang harinya di sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap anak, baik introver atau ekstrover, punya kecenderungan berbeda. Ada anak yang banyak bicara, ada juga yang menutup diri atau pendiam sehingga sulit bagi orang tua mengetahui kesehariannya, termasuk di masa anak kembali ke sekolah.

Beberapa anak bisa dengan mudah membicarakan karakter kartun favoritnya, tetapi justru sulit berbicara tentang hari-harinya. Mereka hanya akan mengatakan "bagus", "baik", atau versi serupa lainnya.

Baca Juga

Mau tahu cara membuat anak lebih terbuka? Berikut rangkuman tipsnya, dikutip dari HuffPost, Selasa (4/1/2022).

Beri makan terlebih dulu

Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa dibutuhkan lebih banyak energi dan upaya bagi anak-anak untuk memikirkan kembali hari mereka dan menuangkan pengalaman itu ke dalam kata-kata. Hal itu disampaikan oleh Rebecca Jackson, wakil presiden program hasil dan spesialis kognitif di Brain Balance Achievement Center.

Menurut Jackson, anak-anak tidak selalu keras kepala atau ngeles dengan sengaja. Mereka mungkin benar-benar sedikit bingung mengungkapkan perasaannya dalam sebuah kalimat.

Pastikan mereka sudah makan camilan yang mengandung protein 20 hingga 30 menit sebelum orang tua mencoba dan membuatnya bicara. Dengan begitu, anak-anak memiliki bahan bakar untuk melakukan apa yang mungkin tidak mereka alami.

"Ya, terkadang memang sesederhana itu," kata Jackson.

Bereksperimen dengan waktu

Menanyakan kepada anak-anak bagaimana kabar mereka dan mendapatkan jawaban yang sebenarnya dan kuat sering kali bermuara pada waktu. Jackson mengatakan, ketika menjemput anak, orang tua mungkin sangat ingin mendengar semua tentang hari buah hatinya karena rasa rindu.

Cobalah bereksperimen dengan waktu jika tak mendapatkan jawaban yang lebih detail. Apakah anak lebih cenderung terbuka pada waktu tidur? Apakah lebih baik menyimpan pembaruan untuk akhir pekan?

Banyak orang tua merasa bahwa menggunakan waktu di dalam mobil dapat membantu, baik itu dalam perjalanan ke sekolah atau ke berbagai kegiatan. Selain itu, ketika keluar untuk melakukan tugas bersama, coba juga untuk mengejar ketinggalan percakapan.

Tiap anak punya waktunya sendiri untuk lebih terbuka dan itulah yang harus dikenali. Satu yang perlu diingat, anak-anak tidak perlu melakukan kontak mata langsung dengan orang tua saat mereka membuka diri.

 

 

 
 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA