Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Emma Watson Nyatakan Solidaritas kepada Rakyat Palestina

Selasa 04 Jan 2022 06:30 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Banyak aktivis kemanusiaan memuji keberanian Emma Watson mendukung Palestina. Ilustrasi.

Banyak aktivis kemanusiaan memuji keberanian Emma Watson mendukung Palestina. Ilustrasi.

Foto: EPA
Banyak aktivis kemanusiaan memuji keberanian Emma Watson mendukung Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Aktris asal Inggris, Emma Watson, menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Palestina. Emma, yang melejit kariernya setelah memerankan karakter Hermione Granger dalam film Harry Potter, mempublikasikan dukungannya untuk Palestina lewat akun Instagram resminya.

Emma mengunggah foto bertuliskan “solidarity is a verb” dengan latar massa yang berdemonstrasi mendukung pembebasan Palestina. Foto itu diunggah pada Senin (3/1).

Baca Juga

"Solidaritas tidak menganggap bahwa perjuangan kita adalah perjuangan yang sama, atau bahwa rasa sakit kita adalah rasa sakit yang sama, atau bahwa harapan kita adalah untuk masa depan yang sama. Solidaritas melibatkan komitmen, dan kerja, serta pengakuan bahwa bahkan jika kita tidak memiliki perasaan yang sama, atau kehidupan yang sama, atau tubuh yang sama, kita hidup di landasan yang sama,” tulis Emma pada keterangan fotonya mengutip kata-kata intelektual Inggris-Australia, Sara Ahmed, sebagaimana dikutip Republika, Senin.

Hingga berita ini ditulis, unggahan Emma telah memiliki lebih dari 774 ribu like dan 65 ribu komentar. Tak sedikit warga Arab-Palestina yang mengucapkan terima kasih kepada Emma atas dukungan dan solidaritasnya. Banyak pula aktivis kemanusiaan dan hak asasi manusia melontarkan pujian atas keberanian Emma secara terbuka mendukung Palestina.

Namun ada juga beberapa pengikutnya yang menuliskan komentar dengan memberi emoji bendera Israel. Selain Emma, telah banyak artis, seniman, penulis, dan musisi yang memberikan dukungannya kepada Palestina. Tak sedikit dari mereka yang bergabung dalam gerakan boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) terhadap Israel.

Pemerintah Israel telah lama mengecam gerakan BDS. Menurut mereka gerakan itu adalah bentuk dari anti-Semitisme. Gerakan BDS dimulai pada Juli 2005. Tujuan utama kampanye BDS adalah memberi tekanan kepada Israel agar mengakhiri pendudukannya atas Palestina.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA