Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Italia Masih Catat Kasus Tinggi Covid-19

Ahad 02 Jan 2022 19:25 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Agung Sasongko

 Orang-orang berbaris untuk pengujian, ketika tentara tentara Italia mendirikan tenda yang akan berfungsi sebagai pusat pengujian COVID-19 di Codogno, Lombardy, Italia Utara, kota tempat kasus infeksi pertama di Italia terdeteksi pada Februari 2020, Kamis, 30 Desember 2021.

Orang-orang berbaris untuk pengujian, ketika tentara tentara Italia mendirikan tenda yang akan berfungsi sebagai pusat pengujian COVID-19 di Codogno, Lombardy, Italia Utara, kota tempat kasus infeksi pertama di Italia terdeteksi pada Februari 2020, Kamis, 30 Desember 2021.

Foto: AP/Claudio Furlan/LaPresse
Italia masih catat kasus tinggi Covid-19 lebih dari 141 ribu dalam sehari.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA - Italia melaporkan 141.262 kasus terkait Covid-19 pada Sabtu (1/1) waktu setempat. Sehari sebelumnya negara tersebut melaporkan 144.243 kasus.

Kematian terkait Covid-19 turun 111 dari sebelumnya 155 orang meninggal. Sejak Februari 2020, Italia mencatat 137.513 kematian karena virus korona. Hingga saat ini Italia melaporkan 6,267 juta kasus Covid-19.

Baca Juga

Pada Sabtu, pasien Covid-19 mencapai 11.265. Sementara 135 penerimaan baru masuk perawatan intensif. Jumlah pasien rawat intensif meningkat menjadi 1.297 dari sebelumnya 1.260.

Sekitar 1,08 juta tes untuk Covid-19 dilakukan pada hari terakhir Sabtu, dibandingkan dengan 1,22 juta pada hari sebelumnya. Pekan lalu Italia membatalkan aturan isolasi diri bagi mereka yang melakukan kontak dengan seseorang yang dites positif terkena virus corona asalkan mereka memiliki suntikan booster, baru saja pulih atau telah divaksinasi.

Langkah itu dilakukan setelah para ahli kesehatan mendesak pemerintah untuk menilik ulang kebijakan di tengah kekhawatiran bahwa penyebaran Omikron dapat melumpuhkan ekonomi negara.

"Di bawah langkah-langkah Italia, isolasi tidak lagi diperlukan bagi mereka yang memiliki kontak positif tetapi memiliki dosis booster, telah divaksinasi atau telah pulih dari penyakit dalam 120 hari terakhir," kata pernyataan Kabinet.

Mereka harus memakai masker Ffp2 yang lebih protektif (setara dengan KN95 atau N95 di wilayah lain) selama 10 hari. Hanya jika mereka memiliki gejala, mereka harus melakukan tes dalam waktu lima hari sejak kontak dengan orang positif.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA