Ahad 02 Jan 2022 11:00 WIB

Jangan Lupa Selalu Berbuat Baik

Tebarkan kebajikan bagi khalayak.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Hafil
Jangan Lupa Selalu Berbuat Baik. Foto: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan sambutan saat peresmian Masjid At-Taqwa dan Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Sabtu (20/11). Kegiatan ini sekaligus untuk meramaikan momentum milad Muhammadiyah ke-109.Prayogi/Republika
Foto: Prayogi/Republika.
Jangan Lupa Selalu Berbuat Baik. Foto: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan sambutan saat peresmian Masjid At-Taqwa dan Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Sabtu (20/11). Kegiatan ini sekaligus untuk meramaikan momentum milad Muhammadiyah ke-109.Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Selamat datang 2022. Hidup terus berputar dari tahun ke tahun. Usia bertambah, senyatanya berkurang satu tahun dari jatah hidup yang dianugerahkan Tuhan. Siapapun, dengan kedudukan apapun, layak berintrospeksi diri.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir mengatakan, apa yang kurang dan tercecer dari perjalanan hidup selama ini. Kemudian, bagaimana memasuki tahun yang baru dengan semangat dan visi yang baru agar hidup ke depan lebih baik.

Baca Juga

Umat beragama, lebih-lebih para alim dan tokohnya, niscaya menghadirkan pesan-pesan nilai dan ajaran keagamaan yang baik, damai, maju, menyatukan dan mencerahkan. Jauhi pesan-pesan yang meresahkan dan membuka retak antar sesama.

Kedepankan uswah hasanah agar umat mengikuti teladan terbaik jalani kehidupan. Jadilah pemandu dan suluh kehidupan yang menebar rahmat bagi semesta alam. Semua komponen bangsa dapat jalani hidup bermasyarakat dan berbangsa yang optimistik.

Meskipun, berhadapan dengan banyak masalah dan tantangan di tengah pandemi yang belum berakhir. Tumbuhkan sikap saling percaya antar warga dan elit bangsa hatta dalam perbedaan apapun. Kembangkan sikap welas asih, saling peduli dan berbagi.

"Serta, merasa bersaudara satu sama lain. Sisihkan rasa benci, saling merendah dan aura permusuhan yang dapat menyeret ke perpecahan. Kita bisa maju dan utuh sebagai bangsa bila mau hidup bersama di tengah keragaman," kata Haedar, Ahad (2/1).

Bila ada perbedaan, tempuh dialog dan titik temu secara dewasa dan bermartabat, bukan egois dan memaksa kehendak. Mekarkan optimisme, persempit pesimisme, jalani kehidupan dengan seksama dan persatuan sebagai satu keluarga besar bangsa.

Terlebih, para elit negeri dan tokoh wibawa mesti jadi suri teladan di republik ini. Tebarkan kebajikan bagi khalayak. Hindari sikap dan pernyataan meresahkan publik agar negeri ini damai dan produktif. Ikuti kearifan Ki Hadjar Dewantara.

"Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberikan dorongan. Bawalah Indonesia dengan visi menyatukan dan memajukan layaknya para negarawan," ujar Haedar.

Bagi generasi muda, selain optimisme, jalani hidup dengan langkah terencana menyongsong masa depan lebih baik. Masalah, rintangan dan halangan dihadapi dengan kesungguhan dan kesabaran. Perkuat tekad berubah ke arah berkemajuan.

Kemajuan dapat diraih berbekal kemauan, kegigihan, ilmu, keahlian dan keberanian melangkah. Jalin hubungan dan kebersamaan sebanyak mungkin untuk meraih kemajuan hidup bersama. Hidup harus gigih dan inovatif. Perluas horizon pergaulan.

"Jangan lupa selalu berbuat baik kepada orang tua dan sesama, serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar hidup tenteram dan bahagia," kata Haedar. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement