Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Larangan Menganggur dan Janji Allah SWT untuk Mereka yang Berusaha

Sabtu 01 Jan 2022 18:08 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Allah SWT perintahkan hamba-Nya bekerja dengan sungguh-sungguh. Ilustrasi bekerja

Allah SWT perintahkan hamba-Nya bekerja dengan sungguh-sungguh. Ilustrasi bekerja

Foto: Dok LMI
Allah SWT perintahkan hamba-Nya bekerja dengan sungguh-sungguh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Memasuki 2022 ini, para ulama banyak yang memberikan nasihat dan pesat kepada umat Islam agar terus berkarya untuk kebaikan. Hal ini sejalan dengan apa yang difirman Allah ﷻ dalam Alquran, kitab yang menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam.

Pendiri Pusat Dakwah Alquran al-Fahmu Institute Jakarta, Ustadz Fahmi Salim, menjelaskan, salah satu prinsip yang Allah tekankan dalam Alqur’an dan terkadang diabaikan adalah prinsip untuk senantiasa melakukan amal pekerjaaan, tidak boleh kosong atau menganggur.

Baca Juga

“Jangan ada kevakuman. Karena, kevakuman itu hanya akan memberikan celah bagi setan untuk masuk, sehingga kita justru disibukkan dengan hal -hal yang sia-sia,” kata Ustadz Fahmi dikutip dari bukunya yang berjudul “Tadabbur Qur’an di Akhir Zaman”, Sabtu (1/1).

Lulusan Al Azhar Kairo ini menjelaskan, tidak boleh ada kata menganggur bagi seorang Muslim, tapi harus terus disibukkan dengan melakukan amal-amal kebaikan. Menurut dia, inilah prinsip lugas yang disampaikan dalam ayat Alquran, tepatnya dalam surat Al Insyirah. Allah ﷻ berfirman: 

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿ ١﴾ وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ ﴿ ٢﴾ الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ ﴿ ٣﴾ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿ ٤﴾ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿ ٥﴾ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿ ٦﴾ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ﴿ ٧﴾ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ ﴿ ٨﴾

Artinya: “Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? dan Kami pun telah menghilangkan bebanmu darimu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan sebutan (nama)-mu bagimu. Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS Al Insyirah [94]: 1-8).

Lebih lanjut, Ustadz Fahmi Salim menjelaskan, ayat tersebut merupakan motivasi bahwa seorang Muslim adalah sosok pekerja keras, bukan pemalas. Menurut dia, seornag Muslim adalah pekerja keras yang berharap hanya kepada Allah ﷻ.

“Surat Al Insyirah ini berisi motivasi bagi para pejuang, penyemangat bagi para petarung, dan pekerja amal-amal kebaikan,” jelas Ustadz Fahmi.

Dia menambahkan, Allah ﷻ memberikan jaminan bahwa setelah umat Islam bersusah payah, bekerja keras dalam hidup, maka ketahuilah setelahnya Allah akan membukakan jalan-jalan kemudahan. “Menariknya, di akhir surat ini, meskipun Nabi Muhammad 

 ﷺ menghadapi urusan yang berat, tetapi Allah  ﷻ justru memerintahkannya untuk terus berjuang, bekerja, dan melakukan amal-amal dakwah. Jangan berpangku tangan, jangan bermalas-malasan, dan jangan mengabaikan waktu yang terus berjalan,” ucap dia.   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA