Jumat 31 Dec 2021 17:20 WIB

Rusia Uji Tembak 10 Rudal Jelajah Hipersonik

Menurut laporan, rudal hipersonik Rusia diluncurkan dari fregat dan kapal selam

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih
Rusia telah melakukan uji tembak sekitar 10 rudal jelajah hipersonik Tsirkon (Zirkon) barunya, Jumat (31/12). Ilustrasi.
Foto: AP
Rusia telah melakukan uji tembak sekitar 10 rudal jelajah hipersonik Tsirkon (Zirkon) barunya, Jumat (31/12). Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Rusia telah melakukan uji tembak sekitar 10 rudal jelajah hipersonik Tsirkon (Zirkon) barunya, Jumat (31/12). Menurut laporan kantor berita Interfax, rudal-rudal tersebut diluncurkan dari fregat dan kapal selam.

Langkah itu merupakan uji rudal hipersonik terbaru yang dilakukan Rusia. Pekan lalu, Moskow juga menguji dan meluncurkan rudal sejenis. Presiden Rusia Vladimir Putin memuji persenjataan yang dikembangkan negaranya tersebut. “Ini adalah rudal terbaru kami yang dapat menyerang target laut dan darat,” kata Putin.

Baca Juga

Putin mengatakan pengembangan Tsirkon bertujuan meningkatkan kemampuan keamanan dan pertahanan Rusia. Pada Oktober lalu, Rusia telah berhasil menguji peluncuran rudal jelajah hipersonik Tsirkon dari kapal selam untuk pertama kalinya.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam keterangannya mengungkapkan, rudal Tsirkon diluncurkan dari kapal selam Severodvinsk di Laut Barents pada 3 Oktober malam. Rudal tersebut berhasil mengenai target yang dipilihnya.

Putin sempat menyebut senjata hipersonik yang tengah dikembangkan dan dibangun negaranya dapat menjangkau hampir semua titik di dunia. Selain itu, senjata tersebut dapat menghindari perisai rudal buatan Amerika Serikat (AS).

Kombinasi kecepatan, kemampuan manuver, dan ketinggian rudal hipersonik yang mampu melaju lebih dari lima kali kecepatan suara membuat mereka sulit dilacak serta disadap. Kendati ingin memperkuat pertahanannya, Putin selalu mengatakan tidak menghendaki perlombaan senjata. Namun dia sempat mengancam akan mengerahkan rudal hipersonik jika AS menempatkan senjata nuklir jarak menengah di Eropa.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement