Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Airlangga: Ekonomi RI Kembali ke Jalur Pemulihan Setelah Dihantam Covid-19

Kamis 30 Dec 2021 15:39 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Pemulihan ekonomi nasional. Ilustrasi

Pemulihan ekonomi nasional. Ilustrasi

Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2021 diperkirakan tumbuh di atas 5 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, perekonomian Indonesia kembali dalam tren pemulihan di akhir tahun ini setelah dihantam pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 lalu. Tahun depan, pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksi kembali naik hingga menyamai situasi sebelum pandemi.

Airlanggar menyampaikan, ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2021 diperkirakan tumbuh di atas 5 persen. Jika itu tercapai, pertumbuhan sepanjang tahun ini akan berada pada kisaran 3,7 persen-4 persen.

Baca Juga

"Kami sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi sudah masuk di jalur positif. Dari sisi permintaan sudah positif begitu juga dari segi suplai yang terus bertumbuh," kata Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (30/12).

Lebih lanjut, ia menuturkan hingga November 2021 PMI Manufaktur Indonesia berada di level 53,9 poin atau dalam level ekspansi. Geliat industri itu juga ditunjukkan dari capaian ekspor yang tinggi sepanjang tahun ini.

Di samping ekspor yang tinggi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dalam negeri di bulan yang sama mencapai 118,5, meningkat dari bulan sebelumnya.

Adapun dari segi inflasi, hingga November lalu mencapai 1,75 persen year on year (yoy). Sampai dengan akhir tahun, angka inflasi kemungkinan mencapa kisaran 1,77 persen atau masih sasaran inflasi tahun ini sebesar 3 plus minus 1 persen.

"Inflasi yang masih terjaga rendah dan stabil mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi," kata Airlangga.

Memasuki 2022, ia menuturkan, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan berada pada kisaran 5,2 persen. Level tersebut sama seperti pertumbuhan ekonomi yang dicapai Indonesia sebelum pandemi terjadi. Adapun, tingkat inflasi tahun depan tetap ditargetkan mencapai 3 plus minus 1 persen.

Airlangga mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi tahun depan akan sangat tergantung pada tiga faktor. Pertama, pengendalian pandemi yang disiplin disertai dengan dukungan perbaikan sistem ketahanan kesehatan.

Faktor kedua, akan sangat bergantung pada respons kebijakan ekonomi yang tepat, termasuk fiskal dan moneter untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat. Terakhir yakni penciptaan lapangan kerja secara signifikan dengan kesiapan transformasi teknologi digital.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA