Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem Timur

Rabu 29 Dec 2021 17:15 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

 Israel gusur rumah warga Palestina (ilustrasi).

Israel gusur rumah warga Palestina (ilustrasi).

Foto: AP/Majdi Mohammed
Penghancuran rumah tersebut dijaga ketat oleh polisi Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Otoritas Israel menghancurkan  rumah tiga lantai milik warga Palestina di lingkungan al Isawiyyeh di Yerusalem Timur yang diduduki. Penghancuran ini menyebabkan 23 orang tergusur.

Pemilik rumah Nidal Yassin Mustafa, mengatakan, penghancuran rumah tersebut dijaga ketat oleh polisi Israel. Mereka mengepung area bangunan yang dihancurkan. Otoritas Israel berdalih bahwa, bangunan itu harus dihancurkan karena tidak mempunyai izin.

Baca Juga

Nidal Mustafa mengatakan, 23 orang telah tinggal di dalam rumah yang dihancurkan tersebut. Kini, mereka menjadi tunawisma dan tinggal di jalanan.

Nidal Mustafa mengatakan, tujuh tahun lalu, para keluarga yang tinggal di bangunan itu menerima surat dari otoritas Israel yang meminta mereka membayar denda sebesar 29 ribu dolar AS.

Nidal Mustafa mengatakan, keluarganya memenuhi permintaan untuk membayar denda. Tetapi otoritas Israel meminta mereka untuk membayar denda baru senilai 45 ribu dolar AS. "Kami telah membayar 13 ribu dolar AS," ujar Nidal Mustafa, dilansir Middle East Monitor, Rabu (29/12).

Nidal Mustafa mengatakan, keluarganya telah membayar puluhan ribu shekel untuk rencana, peta, dan staf lainnya agar mendapatkan izin bangunan. Tetapi mereka gagal dan otoritas Israel tidak mengeluarkan izin tersebut.

Kantor berita Wafa melaporkan, warga Palestina terpaksa membangun rumah di atas tanah mereka di Yerusalem yang diduduki tanpa izin. Karena mustahil bagi warga Palestina untuk mendapatkan izin pembangunan rumah dari otoritas Israel.

Israel telah berusaha untuk menjaga kehadiran warga Palestina di Yerusalem seminimal mungkin. Israel ingin mengubah keseimbangan demografis dengan meningkatkan populasi Yahudi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA