Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Catatan Kemenko PMK Akhir 2021: IPM Naik, Kemiskinan Naik, Ketimpangan Melebar

Rabu 29 Dec 2021 17:04 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Mas Alamil Huda

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi (tengah) bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersiap memberikan paparan pada acara Taklimat Bidang PMK Mewujudkan #SDMUnggul Indonesia Maju di kantor Kementerian PMK, Jakarta, Rabu (29/12/2021). Dalam paparannya Menko PMK menyampaikan beberapa hal diantaranya program penanganan COVID-19 serta target PMK 2024.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi (tengah) bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersiap memberikan paparan pada acara Taklimat Bidang PMK Mewujudkan #SDMUnggul Indonesia Maju di kantor Kementerian PMK, Jakarta, Rabu (29/12/2021). Dalam paparannya Menko PMK menyampaikan beberapa hal diantaranya program penanganan COVID-19 serta target PMK 2024.

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
IPM, kemiskinan, dan ketimpangan menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang penghujung tahun 2021, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memaparkan capaian bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK). Hal itu didasari atas strategi PMK yang telah disiapkan melalui konsep Siklus PMK 2020-2025.

Menko PMK menjelaskan, Siklus PMK 2020-2025 merupakan strategi PMK dalam rangka memaksimalkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemiskinan, dan ketimpangan yang telah ditetapkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Baca Juga

“IPM, kemiskinan, dan ketimpangan menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah dalam bidang PMK. Tahun 2021, IPM Indonesia mencapai 72,29 atau meningkat 0,35 poin (0,49 persen) dibandingkan capaian tahun 2020 (71,94). Peningkatan IPM 2021 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak,” tuturnya di Kantor Kemenko PMK, Rabu (29/12).

Sedangkan, kondisi kemiskinan dan ketimpangan nasional di tahun 2021, menurut Muhadjir, masih mengalami perkembangan yang negatif. Tingkat kemiskinan Indonesia pada periode Maret 2021 sebesar 10,14 persen atau naik dibandingkan periode Maret 2020 sebesar 9,78 persen.

Demikian juga ketimpangan yang diukur dengan rasio gini. Tingkat ketimpangan pada periode Maret 2021 sebesar 0,384 atau semakin melebar dibandingkan periode Maret 2020 sebesar 0,381.

“Namun demikian, jika dibandingkan dengan tingkat kemiskinan dan ketimpangan pada periode September 2020, kondisinya mengalami perkembangan yang positif dengan tingkat kemiskinan mencapai 10,19 persen dan ketimpangan mencapai 0,385,” papar Muhadjir.

Sementara, dalam menerapkan konsep Siklus PMK guna mencapai target pembangunan bidang PMK tidak hanya dilakukan oleh Kemenko PMK saja. Pada implementasinya melibatkan banyak pemangku kepentingan, antara lain, kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan keterlibatan masyarakat.

Saat ini, Kemenko PMK telah melakukan inventarisasi sejumlah indikator yang berkontribusi bagi pencapaian setiap fase siklus PMK. Lebih kurang ada 150 indikator bidang PMK yang diperoleh dari RPJMN 2020-2024, laporan kinerja K/L 2020 mitra koordinasi Kemenko PMK, maupun sumber lain seperti data Badan Pusat Statistik (BPS).

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA