Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

3 Bisnis Model Pemanfaatan 5G pada 2022

Senin 27 Dec 2021 11:48 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Dwi Murdaningsih

jaringan 5G. ilustrasi. jaringan 5G yang kini mulai dikomersialisasikan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

jaringan 5G. ilustrasi. jaringan 5G yang kini mulai dikomersialisasikan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Foto: BBC
c

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinamika industri telekomunikasi global, kini terus bergulir. Khususnya, dengan kehadiran jaringan 5G yang kini mulai dikomersialisasikan di berbagai negara. 

Direktur ICT Strategy & Mar keting Huawei Indonesia Mohamad Rosidi mengungkapkan, ada tiga bisnis model yang akan menjadi gambaran pemanfaatan 5G di 2022. Yakni 5G to consumer, 5G to home melalui pemanfaatan home broadband-nya, dan 5G to business.

Baca Juga

"Kita harapkan di 2022 beyond itu masuk ke 5G to business di mana vertikal-vertikal industri itu bisa mendapatkan 5G itu sendiri, baik untuk pelayanan publik hingga sektor industri," kata Rosidi dalam acara Outlook Industri Telekomunikasi 2022 "Menata Bisnis Telekomunikasi dari Pandemi ke Endemi," beberapa waktu lalu.

Terkait pelayanan publik, Rosidi memberikan contoh, misalnya, smart education, smart health, dan smart port. Kemudian, ada juga smart tourism, smart manufacture, bahkan lebih besar lagi adalah smart city.

Menurutnya, pendukung ekosistem 5G di global saat ini sudah siap. Bahkan, kata dia, jarak jaringan 5G terhadap kemunculan perangkat nya mengalami penundaan hanya enam bulan.

"Artinya, soliditas dari jaringan dan ekosistem secara global sudah siap. Hanya bagaimana kita adopsi dan apa yang kita inginkan menuju transformasi digital," kata Rosidi.

Selain itu, ada pula gambaran penggunaan 5G untuk mayoritas industri. Fase pertama adalah awal aplikasi industri vertikal. "Kita harapkan di 2022 sampai 2025 sampai ke depannya akan menjadi bagian penting untuk mengadopsi 5G sehingga akselerasi digital Indonesia semakin cepat," kata nya. 

Skenario pemanfaatan jaringan 5G pun semakin bertambah, salah satunya untuk fixed wireless access, seperti yang dilakukan di Amerika Serikat (AS). Di Korea Selatan, salah satu operatornya, SK Telecom juga merupakan salah satu operator yang paling awal menggelar 5G.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Ririek Adriansyah, dalam acara Outlook Industri Telekomunikasi 2022, beberapa waktu lalu, menyampaikan, saat ini skenario pemanfaatan 5G makin menguat, meskipun mungkin belum seperti yang diharapkan. "Namun, kita yakin dalam kurun waktu satu hingga dua tahun mendatang use case akan semakin matang dan menguat. Sehingga, keberadaan 5G ini secara finansial akan semakin layak dan mungkin memberikan hasil yang positif bagi para operator yang menggelar 5G," ujar dia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA